Daftar Blog Saya

Minggu, 08 Oktober 2017

AKU INGIN SEKOLAH ( Efisode 1 )

AKU INGIN SEKOLAH
Oleh
Abdussalam




KATA PENGANTAR
          Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut kita untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam meningkatkan sumber daya manusia itu, antara lain di tempuh melalui pendidikan formal dan nonformal. Guna menjawab tantangan tersebut, pemerintah melalui departemen pendidikan dan kebudayaan mencanangkan empat strategi dasar kebijakan yang meliputi pemerataan kesempatan belajar, peningkatan mutu pendidikan, relevansi pendidikan, serta efektivitas dan efisiensi pendidikan.
          Selain itu, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, masyarakat, dan pemerintah. Oleh karena itu, upaya peningkatan sumber daya manusia tidak saja dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat. Sebagai wujud dari kepedulian masyarakat terhadap kemajuan pendidikan.
          Sehubungan dengan itulah, sebagai partisipasi penulis berupaya menerbitkan buku cerita yang bertemakan “AKU INGIN SEKOLAH’’. Cerita yang bertemakan aku ingin sekolah ini Berdasarkan pengalaman penulis. Dengan maksud agar pembaca bisa termotivasi dalam dunia pendidikan. dalam cerita ini bagaimana seorang anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi yang lemah bisa bersekolah lagi karena keinginan yang kuat untuk bersekolah.
          Harapan penulis, semoga buku cerita ini bermanfaat
                                                                                                    Penulis;
                                                                                                Abdussalam


 


Cerita ini adalah nyata bila ada persamaan nama, tempat
Maupun peristiwa, itu hanyalah kebetulan belaka dan
Tidak bermaksud menyinggung siapapun




Hai teman-teman…! Perkenalkanlah Namaku Abdussalam dan panggilanku Salam. Sekarang aku duduk di bangku Madrasah  Ibtidaiyah  Kelas Empat di Sekolah MI Azzuhriah NW Kebun Erat Kelayu Utara. Sebelumnya aku adalah  anak  putus Sekolah hanya masalah biaya,  namun  Alhamdulillah, aku masuk sekolah lagi berkat sumbangan Dana BOS.
       ‘’Nah teman teman… maukah kalian mendengarkan cerita tentang diriku..? baiklah, aku akan menceritakan kisahku ini, namun jangan menertawakan aku ya..! terus terang saja, kisahku adalah kisah sedih, namun aku tetap bahagia dan penuh rasa syukur, terlebih-lebih setelah aku bisa melanjutkan sekolah. Rasanya aku menjadi orang yang paling bahagia di dunia yang penuh dengan cobaan ini.
‘’ Teman-teman kisahku ini aku mulai dari keadaan keluargaku, ayahku bernama Musa sedangkan ibuku bernama Raihanun. Ayahku berasal dari Rarang kecamatan Terara dan ibuku dari Rekat lauk kecamatan Selong. Ayahku adalah seorang anak yatim piatu. Waktu muda ayahku nekat pergi ke Selong untuk mencari pekerjaan, dan disanalah Allah mempertemukan ayah dan ibuku, ayahku jatuh cinta pada ibuku dan akhirnya merekapun menikah. Sekarang pekerjaan orangtuaku adalah buruh, kalau bahasa kerennya “pemetik  pohon kelapa”. Dari kampung, ayahku memang sudah berniat mencari pekerjaan sebagai pemetik pohon kelapa’’.
‘’Nah teman teman ketika ibu mengandung diriku, beliau berhenti dari pekerjaannya sebagai buruh, lalu ayahku membeli sebuah kamar untuk tempat tinggal di desa rekat lauk. Jumlah kakakku ada dua dan semuanya sudah besar, akulah anak yang paling kecil, maaf ayahku termasuk orang yang tidak mentaati program keluarga berencana. Kami tinggal berdesak-desakan di kamar pengap, namun kami tetap merasakan adanya kebahagiaan, apalagi kalau sudah bermain dan bercanda dengan kakak-kakakku, aku sangat bahagia.
‘’Teman-teman ketika umurku enam tahun, akupun masuk sekolah. Aku dimasukkan di sekolah MI Azzuhriah NW Kebun Erat. wah’’, bahagia rasanya aku ketika memakai seragam sekolah, apalagi di sekolah aku berkenalan dengan banyak teman-teman. Menjadi anak sekolah memang mengasyikkan setiap pagi berangkat kesekolah membawa buku dan tak ketinggalan lagi nih, ‘’uang jajan’’. Kurasa “masa yang paling indah adalah masa masa di sekolah”.
‘’Sekarang aku duduk di kelas satu, setiap hari kami belajar kecuali hari minggu, selain itu aku belajar di rumah, ibu menyuruhku menggunting huruf-huruf  abjat yang biasa berada di kulit sabun, di buku, di kotak dan lain-lain. Aku kumpulkan semua huruf-huruf yang aku gunting. Dan hasil guntingan itu aku bisa menyusun kata atau kalimat, misalnya Ibu menyuruhku membuat kalimat “ saya suka makan”. Dan giliranku untuk merancang dan menyusun membuat kalimat yang di suruh oleh ibu.
Di sekolah aku mempunyai banyak teman, nah teman-teman…lucunya saat aku pertama masuk sekolah, aku bingung mau masuk di kelas mana ? ternyata aku salah masuk, aku masuk di kelas enam dan aku di tertawain, aku sangat malu sekali, untung ada kakak kelas yang mengantarku ke kelasku, pas aku masuk kelas aku di suruh oleh bapak guru untuk memperkenalkan diri di depan teman-teman, ternyata aku tidak bisa memperkenalakan diri karena aku gugup sekali sampai-sampai aku menangis di depan semua teman-teman dan akhirnya aku pun di suruh duduk.
‘’Waktu itu, aku bercita-cita ingin menjadi polisi dan tentara dan pada saat itu aku masuk di gerakan pramuka untuk melatih berbicara di depan teman-teman, tapi sayang, aku jarang belajar, karena setiap malam akan mulai belajar aku ketiduran. Kata Bapak guru “Belajar itu Pangkal Pandai”, jadi kalau ingin pandai harus rajin belajar. Aku sadar orangtuaku miskin karena bodoh, mereka bodoh karena tidak belajar waktu muda. Ingin sekali rasanya aku mengubah garis nasib keluargaku. Menurut teman-temanku, prestasi sekolahku bagus, aku mendapatkan rangking saat kenaikan kelas. Di situlah aku merasa bahagia karena yang mendapatkan rangking di beri hadiah buku tulis oleh bapak guru.
Ketika aku duduk di kelas tiga, musibah menimpa keluargaku, musibah itu menimpa ayahku, ketika Ayahku memanjat pohon kelapa, ayahku terpelanting jatuh, ayahku sampai pingsan dan langsung di bawa kerumah sakit Selong, Tuhan memang masih menyelamatkan ayahku, sekarang ayahku tidak bisa bekerja seperti biasa. Teman-teman bisa membayangkan betapa sedihnya kami. Ayahku adalah tulang punggung bagi keluarga. Sekarang ayahku berbaring di rumah sakit karna tulang pinggang ayahku patah. Ibukulah yang kemudian menggantikan posisinya. Ibuku membuat serabi kemudian serabi itu di jual didepan rumah, selain itu, ibu, aku dan kakak-kakakku membantu berjualan  kelapa keliling di desa kelayu. Aku tau bapak dan ibuguruku banyak dari Kelayu, mereka tau keseharianku berjualan di desa, aku tidak malu, kelapa yang aku bawa dari rumah aku jual di bapak ibu guru dan orang-orang kelayu.
‘’Lumpuhnya Ayahku berpengaruh pada sekolahku, kalau dulu aku suka belajar, sekarang waktu belajar itu di gunakan untuk membantu ibu menyiapkan dan mengantar barang untuk di jual. Teman-teman pada saat itu tidak ada sepeda motor, kami berjalan dari rumah sampai Kelayu sambil membawa barang dagangan. Aku memiliki kewajiban untuk membantu ibuku membiayai hidup keluargaku.
Tak lama kemudian, ayahku boleh pulang dari rumah sakit, hampir tiga tahun ayahku di rumah sakit. nah ayahku sekarang lumayan sehat kembali. Tapi ayahku tidak jera dengan pekerjaannya memanjat pohon kelapa, karena tanpa pekerjaan itu kami bisa makan dan memenuhi kebutuhan keluarga. Saat itu aku orangnya super sibuk, pulang sekolah aku pergi bantu orang tua bekerja mengumpulkan kelapa. apalagi hari libur, bagiku  tidak ada hari libur, hari- hari itu adalah belajar dan bekerja. Teman-teman harus tau “waktu itu adalah uang”.
Waktu tes kenaikan kelas sudah sangat dekat. Namun, aku tidak bisa membayar uang sekolah. Aku benar-benar menjadi sangat bingung. Mau minta sama orang tua, orang tua juga pada saat itu tidak mempuanyai uang. Setelah aku berfikir, akhirnya kuputuskan untuk keluar sekolah saja.
Pagi itu juga aku berangkat ke sekolah, maksudku untuk melapor kepada Pak Guru dan juga Bapak Kepala Sekolah. ‘’tok tok tok’’ suara pintu kantor.
Salam: assalamualaikum Pak….
Kpla Sekolah: waalaikum salam, ada apa salam..? akupun di persilahkan duduk.
Salam: tanpa basa basi “maaf Pak, Aku minta izin untuk keluar sekolah saja karena aku tidak mampu membayar uang sekolah’’.
Bapak Kepala sekolah dan juga Pak Guru sangat terkejut ketika mendengar kata-kataku. Namun beliau melarangku keluar sekolah. Yang menjadi terkejut justru aku sendiri. Menurut beliau aku akan di bantu dalam hal uang sekolah dan perlengkapannya. Uang sekolah dan biaya perlengkapan lainnya berasal dari dana BOS.
          ‘’Aku seperti tidak percaya mendengar penjelasan beliau. Tiba-tiba air mataku berderai-derai. Aku langsung menyalami Bapak Kepala Sekolah dan mencium tangannya, serta mengucapkan rasa terimakasih yang tak terhingga. ‘’terimakasih Pak atas bantuannya’’…’’ia sama-sama’’. Kata beliau, bukan kepada beliau aku berterimakasih. Melainkan kepada Allah SWT.
          Dalam shalat ku aku senantiasa berdoa agar orang yang memberi kami bantuan itu senantiasa di beri rahmat oleh Allah SWT. ‘’Oh, Alangkah indahnya seandainya beribu-ribu kawanku yang tidak mampu sekolah, mendapat bantuan juga untuk bersekolah, ya Allah kuatkanlah iman kami dan berkatilah kami dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar kami dapat melanjutkan cita-cita para perintis bangsaku!.
          Untuk hari-hari selanjutnya aku terus masuk sekolah, setelah menerima tunjangan pendidikan dari dana BOS. Hal itu kulakukan karena aku sudah mendapat tunjangan biaya sekolah. Yang penting bagiku adalah belajar dengan tekun dan membantu orang tua. Bantuan dari dana BOS itu tidak akan aku sia-siakan. Akan aku buktikan bahwa diriku juga mampu berpretasi. Semoga di kemudian hari aku juga bisa membantu anak-anak yang tidak mampu bersekolah.
          Teman-teman, sekarang aku sudah kelas enam, sebentar lagi aku akan ujian nasional, aku sangat gemetar sekali menghadapi namanya ujian nasional. Sebelum menghadapi ujian nasional. Bapak ibu guru menambah jam pelajaran, guru kami menyuruh kami Les, setiap sore kami datang kesekolah untuk belajar, biasanya kami belajar menjawab kisi-kisi soal ujian nasional. Nah ketika ujian nasional sudah dekat, kami terkejut setelah mendengar kata-kata dari Bapak kepala Sekolah, “ anak-anak, besok ujian nasioanalnya tidak di adakan di madrasah kita ini, tapi…. Ujian nasionalnya di adakan di sekolah MI NW Kelayu, yaitu kelayu Utara’’…. Setelah mendengar kata-kata Bapak Kepala Sekolah kami hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala, kami hanya berfikir, “kita pasti jalan kaki ke Kelayu’’… Oia ada yang ketinggalan ‘’ besok pas ujian nasionalnya kalian harus berangkat dari rumah pas subuh-subuh terutama anak-anak yang dari Rekat Lauk. Teman-teman bisa membayangkan betapa jauhnya rekat lauk bila jalan kaki ke Kelayu, berangkatnya subuh-subuh lagi. Tapi kami tidak patah semangat, biar bagaimanapun tetap kami jalani.
          Teman-teman, ketika ujian nasionalnya berlangsung besok pagi senin, aku di uji sama Allah, pada malam seninnya, pas pada waktu itu Ibuku sakit keras, ketika tengah malam, rumah kami di bobol sama maling, “tolong….tolong…tolonng….”maling…maling..maling…”. suara terdengar di telingaku. Aku langsung bangun,.  “Astaga kita kecurian ma..”. “saya langsung berteriak “tolong..tolong..tolong….”. ayo kejar maling itu…!. Hampir semua orang di desa mengejar maling itu, dan akupun juga ikut mengejar maling itu. Hah..hah..hah.. nafasku keluar, aku lelah berlari-lari mengejar maling itu. Aku tidak kuasa lagi untuk berlari.
          Setelah terdengar suara azan subuh, akupun kembali kerumah karna aku akan mengikuti ujian nasional, teman-teman bisa membayangkan betapa sedihnya aku, di dalam sholatku aku hanya bisa berdo’a. ‘’ya Allah kuatkanlah iman hambamu ini, semoga sapiku bisa di temukan agar aku bisa lebih tenang dalam mengikuti ujian nasional’’. Pada hari pertama ujian nasional aku berangkat bersama teman-temanku pergi ujian nasional ke kelayu. Dalam perjalanan menuju Kelayu, aku hanya masih kepikiran memikirkan sapiku yang semoga saja bisa di temukan. Darrrr….. temanku mengagetkanku. “Hey Salam..’’. kamu kenapa..? Tanya temanku. “Kamu masih kepikiran ya dengan sapi kamu..?. ha..ha..ha.. mereka menertawakanku. “gak usah dipikirin salam, insyaallah sapi kamu bisa di temukan sama masyarakat disana”. “ya semoga lah ucapanmu benar”. Balas saya. “kalau di fikirin terus nanti ujian kamu pasti gak konsentrasi”. Kata temanku benar, aku tidak sepenuhnya memikirkan sapiku, Agar dalam menjawab soal ujian tidak merasa terganggu dengan pikiranku. Pada saat itu kami menjawab soal-soal ujian dengan baik dan lancar . pada pertengahan menjawab soal ujian, “ya Allah kenapa aku masih saja mengingat yang di rumah”. “ya Allah kuatkan, tabahkan hati hambamu ini ya Allah. Di dalam hatiku berbicara. Sepulang dari sekolah, aku langsung melihat kandang sapi, ternyata aku tidak melihat ada sapi di dalam kandang. “Pak Buk, tidak di temukan sapinya..? Tanya saya. “tidak Nak, sapinya tidak di temukan. Aku hanya terdiam dan berusaha merelakan kepergian sapiku.
          Hari demi hari, malam demi malam berlanjut, tak terasa kami menunggu hasil ujian nasional kami. Kami semua takut jika kami tidak lulus seratus persen. Pada hari perpisahanpun telah tiba,  semua wali murid datang kecuali orang tuaku. Aku sangat sedih sekali, karna kedua orang tuaku tidak hadir dalam acara perpisahan atau penamatanku, karna pada saat itu kedua orang tuaku sakit. Pada saat itu di umumkan oleh Bapak guru hasil ujian kami. “kepada semua wali murid anak-anak kita sudah berhasil dalam melaksanakan ujian, dan hasilnya anak-anak kita lulus seratus persen dan kami umumkan yang mendapat peringkat pertama, kedua dan ketiga’’. Mendengar pengumuman dari bapak guru, aku sangat gemetar sekali dan penasaran siapa yang mendapat peringkat itu. Dan di putuskan sama bapak guru. Allhamdulillah aku dapat peringkat kedua  dari dua puluh siswa-siswi, aku tidak kuasa menahan tangisku, aku merasa terharu sekali.
Sepulang itu aku pulang membawa hadiah buku, bolpoin dan penghapus, dan kuperlihatkan kepada orang tuaku. “Buk Pak ini hadiahku dari bapak guru, aku mendapat peringkat kedua”. Kedua orang tuaku hanya tersenyum-senyum melihatku. Aku sangat bahagia sekali, karena aku telah membuktikan kepada orang tuaku kalau aku itu bisa bersaing dengan teman-temanku dan bisa membahagiakan kedua orang tuaku.







‘’Selalu lakukan yang terbaik apa yang anda tanam sekarang,
itulah yang anda dapatkan nanti”.
 “Setiap kesulitan adalah sumber kreatifitas
selama kita focus mencari dan mengatasinya,
                       Kesempatan dan Sukses akan datang menghapiri kita”. 


bersambung........

Tunggu Efisode selanjutnya.....

Sabtu, 05 Agustus 2017

TRANSEK PENELUSURAN DESA
















Materi                 : “Transek Penelusuran Desa”
Informan            : Mursidin
Lokasi                 : Posko KKN
Hari/tanggal       : Sabtu, 11 Maret 2017
Jam                     :09:00-11:00 WITA
            Episode selanjutnya pada hari ini kami akan mengadakan Transek atau penelusuran desa Mekar Sari kecamatan Narmada kabupaten Lombok Barat, seperti apa yang dikatakan dosen pembimbimg kami kemarin kita akan mengadakan transek di desa mekar sari, tapi ngomong-ngomong teman-teman tau tidak apa itu Transek..? baik saya akan menjelaskan sedikit tentang seputar Transek, ok.. bisa disimak berikut ini.
            Transek atau penelusuran desa merupakan tehnik yang digunakan bersama masyarakat dalam melakukan pengamatan langsung kondisi lingkungan, biasanya dilakukan dengan cara berjalan menelusuri wilayah desa mengikuti suatu lintasan tertentu yang disepakati. Jenis-jenis Transek meliputi Transek sember daya desa umum, transek sumber daya alam, transek topik tertentu, misalnya transek mengamati kesehatan masyarakat atau transek pengelolaan lingkungan. Dimana tujuan transek adalah memperoleh gambaran keadaan sumber daya alam masyarakat beserta masalah-masalah, perubahan-perubahan keadaan dan potensi-potensi yang ada. Tetapi juga tergantung topik yang ingin diperoleh.
            Adapun langkah-langkahnya yaitu sebagai berikut:
1.      sepakatilah tentang lokasi-lokasi penting yang akan dikunjungi serta topik-topik kajian yang akan dilakukan, yang
2.      sepakatilah lintasan penelusuran serta titik awal dan titik akhir (bisa memanfaatkan hasil pemetaan desa.
3.      lakukan perjalanan dan mengamati keadaan, sesuai topik-topik yang di sepakati
4.      catatan-catatan hasil diskusi disetiap lokasi (tugas pencatat).

Langkah-langkah kedua pembuatan gambaran transek,
1.      Sepakatilah simbol yang akan dipergunakan. Jangan lupa mencatat simbol dan artinya.
2.      Gambarlah bagan transek berdasarkan hasil lintasan (buatlah dengan bahan yang mudah diperbaiki/dihapus agar masih bisa dapat dibuat perbaikan).
3.      Untuk memfasilitasi penggambaran, masyarakat di arahkan untuk menganalisa mengenai: perkiraan ketinggian, perkiraan jarak antara satu lokasi dengan lokasi yang lain, mengisi hasil diskusi tentang topik-topik dalam bentuk bagan/matriks.
4.      Kalau gambar sudah selesai, mendiskusikan kembali hasil dan buat perbaikan jika diperlukan.
5.      Mendiskusikan permasalahan dan potensi masing-masing lokasi.
6.      Menyimpulkan apa yang dibahas dalam diskusi.
7.      Ingat pencatat mendokumentasi semua hasil diskusi.
Itulah uraian singkat penjelasan seputar Transek, kami berjalan menelusuri desa permukiman sungai, sawah dan tegalan kami semua mengamati keseluruhan alam potensi alam yang ada, untuk mendapatkan informasi kami bertanya kepada salah satu seorang tokoh masyarakat yaitu Mursidin namanya, kami bertanya-tanya tentang keadaan alam disekitar.

Catatan : Abdussalam

Minggu, 02 Juli 2017

SANG PAHLAWAN KELUARGA
















Perjalanan selanjutnya yaitu pergi silaturrahim ke rumah warga, mungkin tidak salah saya memberi tema pada saat ini yaitu “Sang Pahlawan Keluarga”. Ngomong-ngomong tentang “Pahlawan”, siapa tau siapa pahlawan itu..? mungkin banyak temen-temen yang tau seorang pahlawan itu The Avengers saja ada Iron Man, Spiderman, Batman bahkan Captain American, hohooo,, tapi kali ini yang saya bicarakan adalah seorang Pahlawan keluarga, mungkin kita semua mempunyai seorang pahlawan keluarga yang membuat kita segede’ ini, emmm cerita ini adalah catatan lapangan KKN saya yang gaya berceritanya ngaur-ngaur seruu, mau tau cerita siapa pahlawan keluaraga yang kita wawancarai sekarang ini,,,? Simak berikut ini.
            Sepulang main bola bersama teman teman remaja desa mekar sari, seperti perjanjian saya sama saudara Idris saya akan datang kerumah seseorang yang membuat usaha “Telur Pecok” namanya, semulanya kita berangkat kesananya selesai solat magrib, hanya saja tertunda karena ada kegiatan BIMBEL yang kami buat selesai sholat magrib, agar temen-temen bisa ikut juga saya kembali menelpon saudara Idris, “Saudara kita kesana selesai sholat isya bersama temen-temen KKN juga ya...! “ioa bisa kak Salam” Jawab Saudara Idris.
            Akhirnya kita kesana selesai sholat isya,,grek..grek..grek..suara sandal teman-teman saya dan saya juga menuju rumah yang usaha Telur Pecok, karena kami penasaran kami melanngkahkan kaki dengan semangat, sesampai disana, kami mengucapkan salam bersama-sama, Assalamualaikum Wr Wb,,kami pun disambut dengan baik oleh keluarga, kami melihat banyak sekali keluarga yang sedang duduk menikmati kopi dan pulek yang dibuat, emmm nikmatnya kebersamaan dalam kesederhanaan yang terlihat di mata saya. Saya dan teman-teman mulai duduk karena sudah di persilahkan dudduk.
            Melihat seorang ibu yang sedang asyikk memasukkan telur kedalam bungkusan. saya langsung mendekati soerang ibu itu, ibu ini yang saya maksud sebagai “Sang Pahlawan Keluarga”, saya duduk di depan ibu dan teman saya, Diana, Yuli dan Entino duduk berbincang dengan kelurga Idriss. Sebelum saya memulai wawancara saya melihat disekeliling tempat seorang pahlawan ini ber eksperimen, emmm sempit sih tapi lumayan tempat untuk ber eksperimen.
            Saya mulai bertanya dari nama, Siapa nama Ibu..? Inak Siti, Inak Siti nama saya, terus apa nama Usaha ibu ini ? “Telur Pecok” namanya jawab ibu Siti, saya mulai asyik bertanya tanya seputar telur Pecok. Sejak kapan ibu mulai buat telur pecok ini..? eee wah lekan laek jawab ibu Siti menggunakan bahasa sasak yang artinya sudah dari dulu atau lama beliau membuat usaha telur pecok ini, karena ibu siti menggunakan bahasa sasak saya juga bertanya menggunakan bahasa sasak. Pire buek telok dalem sejelo...? tanya saya dengan bahasa sasak yang artinya berapa yang dihabiskan telur dalam sehari  ? eee luek arak sang 50 Tre. Jawab ibu siti. Dimana ibu memasarkan barang dagangan ini..? jawab ibu siti; di pasar Bertais disini, owwhhh, jam brapa ibu berangkat...? selesai sholat subuh jawab ibu siti, beliau bilang hampir jarang kita sholat subuh berjamaah karena usaha ini karena kita bedagang subuh-subuh sudah berangkat ke pasar. Terus kapan ibu pulang dari pasar..? ... saya pergi jam subuh terus balik pulang kerumah jam  6 pagi, sepulang dari pasar, sekitar jam 7 saya pergi ke Cakra Metro Mirasa untuk mecah telurnya dan pulangnya jam 4 sore, terus magribnya saya mulai masukkan telur kuningnya ke bungkusan lalu di masak sekitar 1 jam lalu susbuhnya saya jualan begitulah perputaran jam kerja saya dek. Luar biasa ibu siti menjelaskan saya sedetail detailnya keseharian ibu siti. Berapa penghasilan ibu dalam sehari..? tidak tentu karena tidak pernah saya hitung-hitung. Emmmm pantes ibu kelihatan usahanya berjalan sendiri belum terlihat perubahannya. Saya mulai mencoba memberikan solusinya. Bu coba ibu catat berapa modal ibu dan mencatat berapa pengeluaran ibu dalam usaha ini, baru ibu tahu apakah ibu untung atau rugi, endek te wah ngitung-ngitung yang penting usaha wah mauk mauk sekijik  kata ibu memotong pembicaran saya dengan menggunakan bahasa sasak. Geh buk coba ibu itung-itung berapa keluar dan berapa masuknya.
            Itullah wawancara singkat saya dengan ibu siti,seorang pahlawan keluarga yang bekerja untuk kebutuhan keluarganya, emmm jadi siapa yang punya pahlawan keluarga..? kita pasti mempunyai pahlawan keluarga, namun lebih baik kita yang menjadi pahlawan bagi orang tua kita. Sebelum kami pulang ke posko kami diberikan makan pulek, asyeekk, tapi sebenernya kami malu karena kami merasa merepotkan seseorang tapi disisi lain kita tidak boleh menolak rizki, emmm kamipun menyantap pulek yang sudah disediakan, setelah selesai makan kamipun pamitan pulang ke posko dan langsung kami salaman dengan keluarga.

Catatan : Abdussalam

SANDIWARA REMAJA

















Materi                 : TOKOL NGOTOK
Informan            : Idris, Bedul, Dedy, Samsul
Lokasi                 : Rumah Dedy.
Hari/tanggal       : Rabu, 08 Maret 2017
Jam                     :08:30-12:00 WITA
            Hari ini hari rabu 08 Maret 2017 saya kembali mencatat Field Note KKN-PAR dengan tema “Model pendekatan dengan remaja”. Para remaja merupakan sekelompok atau individu yang mempunyai ciri khas dalam melakukan sesuatu yang di inginkan, namun kali ini saya mencoba pendekatan dengan beberapa sekolompok remaja yang berada di desa tempat saya KKN yaitu di desa Mekar Sari Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat.
            Sebelumnya saya sudah mengenal salah satu dari remaja tersebut Idris namanya dia salah satu remaja tahfiz di dusun Nyangget, luar biasa bukan,,? Selain tahfiz dia juga penghapal Al-Qur’an lho..mantaaap coba remaja remaja seperti dia pastti adem didesa. Mungkinkah...? yaa aku rasa begitu. Baik saya akan memulai bercerita hari ini tentang remaja, siapa yang gak tau remaja..? ayo ngakuu?... aduhhh saya terlalu banyak mengoceh baik saya akan melanjutkan cerita ini.
            Pagi ini selesai sholat subuh saya sms an sama Idris yaa sms biasalah smsam anak muda, remaja gitu lhoo. Hehehe..semula pagi ini sekitar jam 09:00 saya mau mengajak Idris ke rumah bibiknya untuk mewanwancarai bibiknya yang buat usaha “Telur Pecok”... emmm jadi laper niiiihhh maklum sekarang menjadi anak mosko. Akan tetapi jam yang saya targetkan tidak jadi karena saudara Idris mengajak saya berkumpul bersama teman-temannya.
            Sekitar jam menunjukkan pukul jam 09:00 Idris datang ke Posko, Assalamualaikum wr wb, kak salam ayooo mau ikut ke? Saya menjawab duduk dulu lah..! saudara idris mengajak saya berkumpul dengan remaja-remaja untuk membuat Rujak Men, tepat sekali saya pengen makan rujak. Tetapi saya rencananya mau mewawancarai bibiknya..? saya bertanya kepada saudara Idris: terus kapan kita kerumah bibik Idris ? nanti selesai sholat isya saja...jawab Idris. Baiklah saya menerima tawaran saudara Idris, tetapi hari ini teman-teman saya yang lain tidak dapat ikut berkumpul bersama remaja buat rujak karena teman-teman yang lain ada yang ke kantor desa yang piket ada yang pulang dan adan yang pergi nyuci, yah kebetulan hari ini saya tidak piket saya sendirian yang ikut berkumpul bersama teman-teman remaja desa mekar sari. Ok kamipun berangkat berdua dari posko menuju Dusun Nyangget.
            Teman-teman yang lain sudah menunggu disana kata Idriss sambil berjalan menuju ke lokasi buat rujak. Sesampai di lokasi saya disambut baik dengan remaja disana, mateeep rujaknya sudah hampir siap saji, para remaja ini sangat pandai sekali buat rujak. Tak lupa saya berkenalan dengan teman-teman remaja sambil bersalaman dengan bertepuk jempol jari yang menandai kita bisa akrab, kenalin Samsul dia dari Dusun Tempit desa Mekar Sari, satu lagi Bedul dari Dusun Karang Luah Desa Mekar Sari dan Dedy dari dusun Nyangget sekaligus tuan rumah diacara buat rujak, oia Dedy adalah anak dari mantan kadus Dusun Nyangget.
            Sambil makan rujak, kita ngobrol-ngobrol canda dan tawa karena mengingat masa lalu yang suram dan lucu, akan tetapi kali ini saya sedikit mau mencari informasi tentang keadaan remaja dan lingkungan sekitar. Saudara apa benar remaja disini sekarang Bubar atau pakum..? ia,, saat ini remaja kita disini sedang tidak akur dengan tokoh agama karena ada permasalahan yang dulu ketika ada acara nyongkolan, jawab Dedy. Nyongkolan bagaimana ? ia, nyongkolan yang memakai cilokak, kita dilarang oleh para pemuka memakai cilokak karena sering menimbulkan pertengkaran saling sengol-saling senggol jadi berantem itu yang membuat kita dilarang akan tetapi disisi lain kami dari remaja tidak seru kalau nyongkolan tidak menggunakan cilokak, penyebab dulu kita bubar adalah kita dari remaja diam diam menyewa cilokak dan akhirnya ketua remaja dan remaja merasa tidak dihiraukan oleh para pemuka. Dan akhirnya ketua remaja mengundurkan diri menjadi ketua remaja, sebenarnya dulu kita banyak berkegiatan ketika masih ketua remaja seperti zikiran yasinan dan lain-lain, tetapi sekaramg agak pakum acara tetap berjalan tetapi agak pakum, tutur Dedy.
            Selain tentang remaja saya bertanya tentang keluhan mereka, apa keluhan temen-temen? Bedul menjawab: Endek Arak pegawean dengan berbahasa sasak, yang artinya tidak ada pekerjaan. Ya mungkin maksudnya adalah sulit mencari pekerjaan pada saat-saat ini. Sudah banyak mereka memasukkan lamaran pekerjaan dengan ijazah SMA mereka tetapi yang menjadi kendala mereka adalah kurang dalam komputer, pekerjaan sekarang banyak membutuhkan ahli komputer. Utulah beberapa keluhan atau masalah dari remaja yang bisa saya catat di Filed Note saya. Karena terasa semakin akrab teman-teman itu mengajak saya bermain bola nanti pada sore hari. Jam menujukkan pukul 12 saya pun pulang ke posko.
            Selesai sholat ashar temen-temen memanggil saya untuk ikut bermain bola dilapangan karena kebetulan hari ini adalah jadwal dusun nyangget yang bermain bola. Akhirnya saya ikut bermain bola dan menang dengan skor 2-1. Main bola membuat kita semakin akrab, terimakasih teman-teman.

Catatan : Abdussalam

Selasa, 27 Juni 2017

Tehnik Pendekatan Pemersatu Remaja







Materi                 : Tehnik Pendekatan Pemersatu Remaja
Informan            : Trio Kadus
Lokasi                 : Posko KKN
Hari/tanggal       : Minggu, 05 Maret 2017
Jam                     :19:30-24:00 WITA
            Efisode selanjunya kita sudah masuk di malam minggu kedua yaitu malam senin, seperti yang saya sudah rencanakan dari minggu-minggu kemarin saya akan mengundang semua kadus yang bersangkutan. Dimana tujuan saya adalah ingin mempersatukan remaja remaji yang sudah bubar, Oppsss bukan bubar tetapi sekarang Lagi Pakum. Ini saya rencanakan karena hasil observasi saya bersama temen-temen seperjuangan bahwa remaja di desa mekar sari lebih khususunya pada tiga dusun Yaitu Dusun Karang Luah, dusun pemangket dan dusun Nyangget yang dimana remajanya sudah lama Bubar aduuhhhhh bukan bubar tetapi Pakum.
            Sebelum kita rapat, kami pergi sholat magrib dulu di masjid dan mengikuti acara yasinan Karang Taruna setiap malam senin, emmmm kita berkumpul disatu masjid bersama teman-teman remaja-remaji sedesa mekar sari atau bahasa kelompoknya Karang Taruna. Selesai pembacaan yasin yang di pimpin ketua karang taruna yang katanya sudah lama mengundurkan diri beliau memberikan saya kesempatan untuk memperkenalkan diri ke semua temen-temen karang taruna dan menyampaikan program kerja kami selama berKKN, kini Mikropon berada di tangan saya dan selanjutnya membaca basmalllah dan mengucapkan salam “Assalamualaikum Wr Wb...” dan dijawab seperti suara gemuruh “Waalaikumussalam Wr Wb.....” saya pun mulai berbicara memperkenalkan diri dan memperkenalkan teman-teman saya lalu menyampaikan beberapa program kerja kami, dan lucunya ketika saya memperkenalkan diri Khem..Khem...perkenankan nama saya Abdussalam saya biasa dipanggil “salam”, ehhh malah dijawab Waalaikumusssalam sama temen-temen remaja padahal saya sedang memeperkenankan nama saya,,,,, heheheheh hahahah kita tertawa bersama karena ada sedikit lucu dari nama saya hehheheheh, sebenarnya nama saya tidak lucu malah mengadung Do’a, “salam” artinya Selamat ABDUSSALAM Artinya Hamba yang selamat, orang memanggil dan dipanggil sama-sama saling mendoakan agar bisa selamat. Yahhh semoga sajalah saya seperti nama saya Abdussalam Hamba yang selamat. Aminnnnn.
            Selesai sholat isya’ kita kembali ke posko. Dan acara selanjutnya acara yang saya tunggu-tunggu yaitu acara ngotok-ngotok kita bersama tiga jagoan dusun karang luah, dusun pemangket dan dusun nyangget, pas semua datang para tamu undangan kami menyuguhkan buku tamu saja heheeh ya tidak lahhhh kita menyuguhkan makanan jajan ala kedar dan kopi UU agar acara ngotok-ngotok kita semakin mantapppp......
            Perkenankan Nama Jagoan di samping kanan saya Bapak Kadus Nyangget Abdullah, beliau paling tidak suka di panggil bapak karena beliau masih bujangan alias belum menikah. Di samping kiri saya jagoan dari dusun Pemangket Bapak Sainah, beliau ini juga kadus yang belum menikah, asyeeek itulah kata temen-temen saya yang perempuan heheheh. Dan satu lagi di depan saya jagoan Senior Bapak Edi Susanto beliau kadus Karang Luah yang sudah menikah dan mempunyai dua cucu, eeettt salah mempunyai dua anak satu cewek satu cowok.
            Dengan acara yang biasa kita buka acara ngotok-ngotok kita dengan membuka basmalllah itulah kata moderator dan moderator langsung memberikan kesempatan kepada saya untuk memaparkan apa sebenernya tujuan kita mengumpulkan tiga bapak-bapak kadus. Saya mengambil alih dan menyampaikan apa maksud saya mengumpulkan beliau-beliau.
            Jadi bapak kadus yang saya hormati tujuan kami adalah berrdasarkan hasil observasi selama kurang lebih satu minggu bahwa ada beberapa remaja yang saya wawancarai keadaan remaja saat ini atau sudah lama buabar ettt pakum, saya minta maaf bukanyya saya sok tau saya atau kami sudah tau cerita soal remaja didesa mekar sari antara remaja dan tokoh pemuka sedang saling cuek kita bisa bilang karena acara nyongkolan atau kecimol, pihak pemuka tidak mengizinkan jika ada pernikahan yang menggunakan Cilokak karena sering membuat remaja salaing sengol-saling senggol dan bertengkar dan disisi lain para remaja menolak karena tanpa nyongkolan becilokak pernikahan tidak seruuuu. Selain itu dulunya ketika ada ketua remajanya semua kegiatan remaja sangat banyak sekali seperti yasinan remaja, yasinan Karang taruna yasinan keliling dan lain sebagainya dan sekarang sudah lapa pakum ketika ketua remaja mengundurkan diri sebagai ketua remaja, nah jadi tujuan saya adalah mari kita bangun kembali kisah baik seperti dulu, saya mengajak temen-temen berkumpul dan membuat ketua remaja. Dan ini sipatnya tawaran atau tidak memaksa.
            Saya memuali mencoba mengubah pola fikir remaja dan memotivasinya dengan contoh remaja yang baik di kampung yang lain. Temen temen mengingat akan adanya hari hari besar maulid, isro’ mi’roj ataupun hari yang lainnya saya berharap kita seperti remaja yang dikampung yang lain mereka kompak dan setiap ada kegiatan hari hari besar remajalah yang menjadi panitianya bukan orang tua. Kita yang akan melayani orang tua kita, jika remaja kita ada tersusun dengan baik maka kita bisa membuat lomba-lomba atau apadah yang lain, dan mengenai masalah permasalahan dengan pemuka jangan dibuang tapi ambil pelajaran dari sana apa yang salah di kita dan mereka.
            Tak disangka saya didengarkan dan sangat setuju sekali remaja dibentuk lagi disni posisi kami adalah sebagai pendorong temen-temen supaya bisa bangkit lagi seperti yang dulu, tak lama kemudian ketua remaja datang ke posko beliau adalah ustazd Jamil dan saya juga menyampaikan dan sebenrnya saya sudah bertemu sebelumnya dan mengasih tahu semuanya apa tujuan kami, ustazd jamil sangat berterimakasih kepada kami yang KKN yang mau mendorong kami untuk membangun kembali cerita indah remaja yang dulu.
            Jadi saya menawarkan tehnisnya, kita buat ketua remaja setiap dusunnya terlebih dahulu ketika sudah tersusun lalu kita membuat remaja masjidnya, seperti yang saya rencanakan para kadus akan memutuskan kapan akan dikumpulkan remajanya dan mengkompir kami peserta KKN jika membutuhkan bantuan. Terimakasih atas dorongan yang diberikan oleh temen-temen KKN, itulah kata-kata para kadus.
            Begitulah tehnis sedikit yang saya lakukan sekaligus ini adalah contoh pendekatan kami kepada teman teman para kadus dan remaja remaji di desa mekar sari. Ditemani dengan kopi UU ngotok-ngotok kami semakin seru,,, karena oh karena bapak kadus masih bajang pembicaran mulai ke pernikahann, pembahasan pernikahan ini gara-gara Bapak kadus Pemangket Sainah di lengkak atau di loncat menikah sama adik perempuannya.
            Tidak terasa jam menunjukkan pukul 23:45 kita mulai agak mengatuk mele tindok tetapi masih saja kita tertawa riang bersama tiga jagoan kadus dan ditemani sama kopi UU, mule maik. Tetapi kayaknya bapak kadus Pemangket sudah mulai kalah duluan meminta pulang duluan, yahhh gara-gara pulang satu semua jadi mau pulang, sebelum semua pulang saya menyimpulkan pembahasan yakni kami tunggu dari bapak kadus kapan mau ngumpul dan membuat remaja dusun dan remaja masjidnya, ok bapak bapak kadus yang ganteng kami tunggu Episode selanjutnya....
Pertanyaan Lanjutan:
Kapan kita akan segera mempersatukan remaja yang sudah lama pakum ?
Pertanyaan Refleksi
Saya akan terus mendorong para pemuda untuk membentuk remaja dusun dan remaja masjid, akankah kita bisa??

Catatan : Abdussalam

RAPAT EVALUASI PROGRAM KKN DESA MEKAR SARI KECAMATAN NARMADA KAB LOBAR







Materi                 : Rapat Evaluasi
Informan            : Peserta KKN
Lokasi                 : Posko KKN
Hari/tanggal       : Minggu, 05 Maret 2017
Jam                     : 16:00-17:30 WITA
            Kurang lebih satu minggu kita berada di lokasi KKN saya mengajak teman-teman melakukan rapat Evaluasi, dari sekian observasi kita lakukan di minggu pertama, apa permasalahan apa keluhan yang di hadapi masyarakat dan kita rasakan, kami bahas dalam acara rapat ini. Acara rapat evaluasi merupakan acara yang yang dilakukan guna untuk mengkroscek kembali apa yang kita pernah lakukan dan merencanakan, membagai menata untuk kegiatan selanjutnya.
            Dari beberapa hasil observasi minggu pertama kami membuat beberapa jadwal kegiatan yang sifatnya partisipasi maupun Action dimana diantaranya adalah Dari hasil Survei dan pengamatan yang kami lakukan selama kurang lebih 1 minggu ini, kami dari Tim KKN-PAR IAIH NW PANCOR mengikuti beberapa kegiatan yang sudah ada atau bentuknya partisipasi diantaranya sebagai berikut:
1.      Mengikuti Yasinan Umum pada malam jum’at selesai sholat magrib
2.      Mengikuti Zikiran di setiap Dusun selesai sholat Isya’ pada malam jum’at
3.      Mengikuti Pengajian Umum pada malam Sabtu selesai sholat isya’
4.      Mengikuti Yasinan Karang Taruna setiap malam senin
5.      Mengikuti yasinan remaja di setiap dusun
6.      Berpartisipasi mengajar adek-adek TPQ di musholla subuh
7.      Berpartisipasi mengajar adek-adek TPQ di musholla sore.
Selain kegiatan yang sifanya Partisipasi, kami dari tim KKN ingin mengadakan program-program atau program kerja yang bersesuaian dengan hasil wawancara kami pada masyarakat diantaranya sebagai berikut:
1.      Pengadaan fasilitas kebersihan  dan program minggu bersih. (pagi)
Dimana tujuannya adalah Meningkatkan kebersihan dan kenyamanan lingkungan dan sasaran kegiatan ini adalah adek-adek, Remaja-remaji, pihak kantor kepala desa lebih umumnya adalah Masyarakat. Dan di mulai minggu ke 2.
2.      Program Jum’at Bersih. (pagi)
Dimana tujuannya adalah meningkatkan kebersihan Masjid dan dimulai minggu ke 2.
3.      Pengadaan BIMBEL (Bimbingan Belajar). (malam)
Dimana tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan anak-anak, sasarannya anak-anak didik, bentuk bimbingan belajar ini adalah
a.       Bimbingan belajar bahasa Arab
b.      Bimbingn belajar bahasa inggris
c.       Bimbingan cara sholat
Semua bentuk kegiatan ini dimulai Minggu Ke 2.
4.      Mengadakan pendidikan buta aksara.
Tujuannya adalah mengurangi buta aksara
5.      Mengadakan penyuluhan tentang pernikahan dini
Tujuannya adalah Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dampak pernikahan dini.
6.      Seminar Pengenalan LKS (Lembaga Keuangan Syariah).
7.      Pengecetan kantor desa.  
Tujuannya Memperindah kantor desa.
Itulah beberapa kegiatan kami yang insyaallah akan dilaksanakan. Ketika semua sudah tersusun kami juga membuat jadwal kegiatan, mulai dari jadwal kegiatan ke kantor desa, jadwal ke TPQ dal lain-lain.

Catatan : Abdussalam