Daftar Blog Saya

Rabu, 11 Januari 2017

AKUNTANSI KEUANGAN

Nama     : abdussalam
Fakultas: syari’ah

Prodi     : ekonomi syari’ah

"catatan dari Bapak Irwan khair"

ingat......!
pasal 1 : .........



AKUNTANSI KEUANGAN

Ø Aktiva, Kewajiban, dan Ekuitas Pemilik
Aktiva adalah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Aktiva meliputi : Kas, Bank, Piutang, Persedian, Tanah, Pabrik dan Peralatan. Hak kreditor memperlihatkan posisi hutang perusahaan yang disbut kewajiban (liabilities) .  Hak pemilik disebut equitas pemilik.  Hubungan antara keduanya dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut :
                                    Aktiva = Kewajiban + Modal

Persamaan tersebut lebih dikenal dengan persamaan akuntansi.

Ø Transaksi Bisnis dan Persamaan Akuntansi

1.1.1      Persamaan Dasar Akuntansi

a. Pengertian dan Rumusan Persamaan Dasar Akuntansi
      Setelah memiliki pemahaman tentang konsep-konsep dasar akuntansi, marilah kita lanjutkan kegiatan kita dengan penyelenggaraan proses akuntansi. Untuk mempermudah dalam melaksanakan proses pencatatan dan pelaporan, sebaiknya kita mulai dari persamaan dasar akuntansi. Persamaan ini merupakan ringkasan dari pencatatan hasil analisis setiap peristiwa ekonomi atau transaksi keuangan yang terjadi.
Anda telah mengetahui bukan, bahwa kekayaan yang dimiliki oleh suatu organisasi bisnis (perusahaan) disebut asset, harta, atau aktiva sedangkan hak atau klaim terhadap kekayaan tersebut disebut equities atau passiva? Jika aktiva yang dimiliki oleh suatu perusahaan sejumlah Rp 10.000.000,00 maka equities (klaim terhadap asset tersebut) juga senilai Rp 10.000.000,00.  Hubungan antara dua komponen  tersebut jika digambarkan dalam sebuah persamaan tampak sebagai berikut:

                                                Aktiva  =  Equities

                                    Rp 10.000.000,00  = Rp 10.000.000,00


Di sisi lain, hak atau klaim terhadap aktiva tersebut dapat dikelompokkan  menjadi dua macam, yaitu haknya kreditor dan  haknya pemilik. Hak dari  kreditor disebut hutang (liabilities) dan hak dari pemilik disebut modal (capital/owner’s equity). Dengan demikian pengembangan dari persamaan tersebut menjadi sebagai berikut:

                                                Aktiva = Liabilities + Capital

Dalam persamaan akuntansi, biasanya penyajian liabilities selalu mendahului capital (modal). Hal ini bukan hanya kebetulan saja, tetapi memiliki makna bahwa kreditor memiliki hak terlebih dulu terhadap asset perusahaan dari pada pemilik perusahaan itu sendiri seandainya perusahaan dilikuidasi (dibubarkan). Dengan demikian, hak pemilik terhadap asset perusahaan dapat dirumuskan dalam persamaan berikut:
                                          Capital = Aktiva - Liabilities
            Seandainya pada awal pendirian perusahaan, pemiliknya menyetor uang tunai atau benda lain senilai Rp 5.000.000,00 untuk modal awal usahanya tanpa ada hutang, maka persamaannya adalah:

                                                Aktiva = Capital

     Jadi, Rp 5.000.000,00 = Rp 5.000.000,00

Jika pemilik menambah modal Rp 2.500.000,00 dari hutang, maka persamaannya menjadi:                    Aktiva     =   Liabilities    +   Capital

    Jadi,  Rp 7.500.000,00 =  Rp 2.500.000,00 + Rp 5.000.000,00

Ø Transaksi Bisnis dan Persamaan Akuntansi
            Semua transaksi keuangan (peristiwa ekonomi) yang terjadi di perusahaan, dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks akan mengakibatkan perubahan di antara ke tiga komponen persamaan dasar akuntansi tersebut. Perubahan yang dimaksud bisa menambah, mengurangi, atau merubah susunan aktiva, hutang, dan/atau modal. Penyelesaian persamaan itu merupakan hasil analisis dampak dari transaksi keuangan yang terjadi.
Untuk mempermudah dalam memahami dampak dari perubahan pada persamaan dasar akuntansi sebagai akibat terjadinya transaksi keuangan, marilah kita cermati contoh kasus  berikut ini.
Salon Permata milik Ny. Ari, yang beralamat di Jl. Villa Bintaro 19 Jakarta, baru dibuka awal tahun 2009,  ditempatkan di ruangan samping rumahnya. Sementara Ruangan tersebut  tidak dimasukkan sebagai asset salon, tetapi dianggap menyewa. Selama bulan Januari 2009 transaksi keuangan yang dilakukan sebagai berikut:
1. Ny. Ari menyetor uang tunai  Rp 10.000.000,00 sebagai investasi pertamanya atau modal awalnya di Salon.
2. Membeli secara tunai peralatan salon seharga Rp 3.000.000,00
5. Membayar uang sewa kamar  untuk bulan Januari sebesar Rp 1.000.000,00
7. Membeli secara kredit dari Toko Jaya peralatan salon seharga Rp 5.000.000,00 dan perlengkapan (suplies) salon seharga Rp 2.000.000,00.
9. Dipinjam uang dari Bank dengan menandatangani sebuah wesel jangka 3 bulan bunga 12% per tahun senilai Rp 7.500.000,00
14. Menyelesaikan pekerjaan merias pengantin putri Ny. Icha senilai  Rp 4.500.000,00 dan dan langsung dibayar tunai
15. Dibayar gaji pegawai untuk bulan Januari Rp 1.500.000,00
20. Diselesaikan pekerjaan merias pengantin untuk Ibu Yunita senilai Rp 5.500.000,00. diterima tunai sebanyak Rp 2.500.000,00 dan sisanya akan dilunasi bulan Pebruari 2009
22. Diangsur  utang kepada Toko Makmur sebesar  Rp 2.000.000,00
25. Dibayar rekening listrik untuk bulan Januari Rp 750.000,00
29. Diterima dari Ibu Yunita  angsuran utangnya kepada Salon sebanyak Rp 1.500.000,00
30. Diambil uang tunai oleh Ny. Ari  sebesar Rp 1.000.000,00 untuk kepentingan pribadinya.
31. Dibayar bunga atas wesel untuk bulan Januari sebesar  Rp 75.000,00
Setiap transaksi keuangan pada tanggal-tanggal tersebut di atas akan membawa dampak perubahan terhadap ketiga komponen persamaan dasar akuntansi (aktiva, hutang, dan modal).  Pengaruh setiap transaksi keuangan itu terhadap persamaan dasar akuntansi dapat dilihat dalam tabel berikut:
AKTIVA
HUTANG
MODAL
Tgl
Kas
Piutang Usaha
Peralatan
Perlengkapan
Hutang Usaha
Hutang wesel
Modal
1
10,000,000





10,000,000
2
-3.000,000

3.000,000




5
-1.000,000





-1.000,000
7


5.000,000
2.000,000
7.000,000


9
7.500,000




7.500,000

14
4.500,000





4.500,000
15
-1.500,000





-1.500,000
20
2.500,000
3.000,000




5.500,000
22
-2.000,000



-2.000,000


25
-750,000





-750,000
29
1.500,000
-1.500,000





30
-1.000,000





-1.000,000
31
-75.000





-75.000

16.675.000
1.500.000
8.000.000
2.000.000
5.000.000
7.500.000
15.675.000

            Dalam praktiknya, sepanjang perjalanan periode persamaan tersebut dapat dimodifikasi menjadi:

                        Asset  + Beban (biaya) = Liabilities + Penghasilan + Capital

Dengan demikan, data transaksi dalam kasus yang terjadi pada Salon Intandi atas dapat disusun persamaan dasar akuntansi sebagi berikut:

Tgl
Keterangan
     Aktiva    +   Beban   =   Hutang  + Pendaptn  + Modal
1
Setoran pemilik
10.000.000



10.000.000
2
Beli peralatan tunai
± 3.000.000




5
Bayar sewa gedung
- 1.000.000
1.000.000



7
Beli peralatan & perlengkapan
7.000.000

7.000.000


9
Utang wesel 12% p.a
7.500.000

7.500.000


14
Hasil Rias pengantin
4.500.000


4.500.000

15
Bayar Gaji
-1.500.000
1.500.000



20
Hasil Rias pengantin
5.500.000


5.500.000

22
Angsur utang
- 2.000.000

- 2.000.000


25
Bayar listrik
- 750.000
750.000



29
Angsuran Yunita
±1.500.000




30
Ambil prive
- 1.000.000



- 1.000.000
31
Bunga wesel
- 75.000
75.000



Jumlah
28.175.000
3.325.000
12.500.000
10.000.000
9.000.000
Dua contoh bentuk persamaan dasar akuntansi untuk menyelesaikan transaksi keuangan tersebut tampak berbeda bukan? Namun keduanya akan menghasilkan informasi yang sama.
 Dari persamaan pertama, dapat diketahui bahwa aktiva salon tersebut senilai Rp 28.175.000,00 yang diperoleh dengan menjumlahkan kas sebesar Rp16.675.000,00 piutang sebesar Rp1.500.000,00 peralatan sebesar Rp 8.000.000,00 dan perlengkapan sebesar Rp  2.000.000,00. Hutang salon senilai Rp 12.500.000,00 diperoleh dengan cara menjumlahkan hutang usaha Rp 5.000.000,00 dan hutang wesel sebesar Rp 7.500.000,00. Modal yang dimiliki salon senilai  Rp 15.675.000,00.
Dari persamaan kedua, dapat diketahui secara langsung bahwa aktiva salon tersebut sebesar Rp 28.175.000,00 dan hutangnya sebesar Rp 12.500.000,00 sedangkan modal salon sebesar  Rp 15.675.000,00 yang diperoleh dengan cara menambahkan modal Rp 9.000.000,00 dengan pendapatan sebesar Rp 10.000.000,00 dan dikurangi beban sebesar Rp 3.325.000,00.
Cara yang digunakan untuk melaksanakan pencatatan setiap transaksi keuangan boleh berbeda, namun informasi yang dihasilkannya harus sama.
Dalam penyelesaian persamaan pertama,  membuat penggolongan pada aktiva dan hutang, sedangkan beban dan pendapatan langsung ditambah atau dikurangkan pada modal.  Pada persamaan kedua unsur aktiva dan hutang tidak digolong-golongkan, tetapi beban dan pendapatan dipisahkan dari modal. Dalam praktik di dunia kerja Anda dapat menggunakan salah satu dari kedua persamaan itu, mengingat bahwa hasil akhir atau informasi yang dihasilkan sama.
Penyelesaian transaksi ke dalam persamaan kedua terdapat tanda ± yaitu pada tanggal 2 dan 29 Januari 2009. Tanda itu merupakan contoh transaksi yang menyebabkan perubahan terhadap susunan aktiva. Akibat transaksi tanggal 2 Januari, aktiva yang semula berupa uang tunai (kas) Rp 3.000.000,00 berubah menjadi peralatan salon dengan nilai yang sama, sedangkan transaksi tanggal 29 Januari menyebabkan berubahnya aktiva yang semula piutang sebesar Rp 1.500.000,00 menjadi uang tunai dengan nilai yang sama. Kedua contoh transaksi tersebut tidak menyebabkan bertambah atau berkurangnya nilai aktiva, hutang, maupun modal. Contoh transaksi lain, mengaksep wesel atas hutang usaha pada perusahaan lain. Transaksi ini menyebabkan susunan hutang berubah, yakni semula berupa hutang usaha  berubah menjadi hutang wesel.
Selain itu, pada kenyataan di dunia bisnis akan banyak Anda jumpai transaksi-transaksi serupa, yaitu transaksi yang menyebabkan berubahnya aktiva, hutang, atau modal.
Contoh-contoh yang disajikan di atas hanya merupakan sebagian kecil dari transaksi yang sebenarnya. Diharapkan contoh-contoh itu dapat digunakan sebagai acuan dalam  penyikapan akuntansi jika ada transaksi yang sejenis.

Ø Laporan Keuangan (Financial Statement)
            Anda tentunya masih mengingat dan sudah memahami bahwa tujuan dari penyelenggaraan akuntansi adalah menyajikan informasi keuangan. Informasi keuangan dari suatu perusahaan tersebut berguna bagi fihak-fihak yang berkepentingan dan memerlukannya (para pemakai) sebagai dasar untuk mengambil keputusan ekonomi. Dengan informasi keuangan yang diperoleh, mereka akan menganalisisnya dan kemudian menentukan keputusan ekonomi yang bermanfaat bagi pengembangan usaha mereka.
Mengingat bahwa informasi yang termuat di dalam laporan keuangan suatu perusahaan sangat penting bagi para pemakainya, maka penyusunannya harus memenuhi syarat kualitas primer dan sekunder.
Kualitas primer adalah kualitas utama yang membuat informasi akuntansi berguna sebagai  dasar untuk  pengambilan keputusan. Kualitas primer meliputi relevan dan handal (reliabel).
a)      Relevan berarti bahwa laporan keuangan (informasi akuntansi) yang disusun oleh suatu perusahaan memiliki hubungan langsung dengan pengambilan keputusan. Informasi akuntansi dikatakan relevan jika dapat membuat perbedaan dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh para pemakainya. Informasi yang relevan adalah informasi yang  memiliki nilai prediktif,  umpan balik, dan tepat waktu.
(1)   Informasi memiliki nilai  prediktif jika  informasi tersebut  dapat membantu para pemakainya untuk memprediksi kinerja  perusahaan di masa depan berdasarkan peristiwa (transaksi) masa lalu, sekarang, dan yang akan datang. Ketepatan suatu prediksi sangat tergantung dari  kemampuan  para pemakai dalam menganalisis informasi dan  kepekaan mereka dalam membaca peluang bisnis di masa depan.
(2)   Informasi memiliki nilai umpan balik (feedback) jika informasi tersebut dapat mendukung atau memberi masukan untuk memperbaiki prediksi yang sudah dibuat oleh para pemakainya. Dengan informasi yang diperoleh, para pemakai dapat mengevaluasi kembali prediksi yang telah dibuat, sehingga dapat memperoleh masukan untuk menentukan apakah prediksinya sudah benar ataukah perlu direvisi.
(3)   Tepat waktu berarti informasi akuntansi tersebut tersedia pada saat dibutuhkan oleh para pemakainya. Dengan demikian, informasi itu tidak kehilangan kapasitasnya dalam mempengaruhi keputusan yang diambil.
b)      Handal (reliable) berarti bahwa informasi tersebut dapat dipercaya, karena cukup terbebas dari kesalahan dan penyimpangan di dalam penyajiannya. Informasi yang handal adalah informasi yang memenuhi syarat: dapat diperiksa, penyajian yang jujur, dan netral.
(1)   Dapat diperiksa artinya laporan keuangan (informasi akuntansi) tersebut jika diaudit/diperiksa oleh beberapa auditor eksternal yang menggunakan metode sama akan memperoleh kesimpulan yang sama pula.
(2)   Penyajian yang jujur artinya laporan keuangan disajikan sesuai dengan kondisi transaksi keuangan sebenarnya (kondisi riil). Dengan kalimat lain dapat dikemukakan bahwa suatu laporan keuangan disajikan secara jujur jika dalam  penyajiannya ada kecocokan/kesesuaian antara transaksi yang sesungguhnya terjadi dengan laporan yang dibuat. Jadi, dalam penyususnan laporan keuangan tidak ada unsur rekayasa.
(3)   Netral artinya tidak berpihak kepada golongan pemakai informasi tertentu. Tujuan penyusunan laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi akuntansi kepada semua pihak yang berkepentingan (pemakai). Oleh karena itu, di suatu perusahaan hanya ada satu laporan  keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh siapapun yang berkepentingan. Dengan demikian tidak ada pemakai informasi yang ”tersesat” sebagai  akibat dari penggunaan informasi yang tidak netral.
Kualitas sekunder merupakan kualitas tambahan yang seharusnya dipenuhi dalam penyusunan laporan keuangan.  Meskipun hal ini bukan merupakan kualitas utama, namun jika dipenuhi akan membawa dampak positip bagi pengguna/pemakainya. Kualitas sekunder meliputi keterbandingan dan konsistensi.
a)      Keterbandingan berarti bahwa laporan keuangan (informasi) suatu perusahaan akan lebih bermakna bagi para pemakainya jika dapat diperbandingkan dengan informasi yang serupa dari perusahaan-perusahaan lain. Suatu informasi dianggap  dapat diperbandingkan jika sudah dievaluasi dan dilaporkan dengan cara yang sama untuk perusahaan-perusahaan yang berbeda. Hal ini memberikan kemungkinan bagi para pemakainya  untuk mengenali dan menganalisis persamaan atau perbedaan kondisi keuangan berbagai perusahaan karena  metode akuntansi yang digunakan dapat diperbandingkan.
b)      Konsistensi berarti bahwa laporan keuangan (informasi) suatu perusahaan akan lebih bermakna bagi para pemakainya jika dapat diperbandingkan dengan informasi yang serupa dari perusahaan yang sama pada waktu yang berbeda. Dalam menyajikan informasi, perusahaan harus memberikan perlakuan akuntansi yang sama terhadap transaksi yang sama pada waktu-waktu yang berbeda. Seiring dengan perjalanan waktu, perusahaan bisa mengubah metode (perlakuan) akuntansinya. Namun jika hal itu dilakukan, maka pada periode dilaksanakannya perubahan itu perusahaan harus mengungkap (dalam laporan keuangannya) tentang berbagai hal yang terkait dengan perubahan itu, seperti keunggulan metode baru yang digunakan dibandingkan yang lama, alasan mengubah metode tersebut, sifat dan dampak atas perubahan tersebut terhadap kondisi finansialnya.


Bentuk formal dari informasi keuangan suatu perusahaan adalah laporan keuangan (financial statement). Pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dijelaskan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan suatu perusahaan bersifat umum. Hal ini berarti bahwa laporan kuangan suatu perusahaan disajikan dan ditujukan kepada semua pihak yang berkepentjngan terhadap informasi itu, baik dari unsur internal perusahaan maupun dari unsur eksternal. Dengan demikian, laporan keuangan tersebut tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan informasi setiap pemakainya. Secara umum tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja keuangan, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. Informasi ini diharapkan dapat bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan para pihak yang berkepentingan (pemakai)  dalam upaya mencari bahan masukan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan ekonomi.
Laporan keuangan yang lengkap terdiri atas 5 (lima) komponen, yaitu laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Dengan lima komponen laporan itu, diharapkan dapat memberi gambaran yang relatif komprehensif tentang kondisi keuangan suatu perusahaan. Dari lima komponen tersebut,  laporan keuangan yang dibahas dalam bagian II modul ini hanya tiga jenis, yaitu laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan  neraca. Dua jenis laporan lainnya, yaitu laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan akan dibahas pada modul yang lain.

a)  Laporan laba rugi (income statement)

            Untuk mengetahui kinerja keuangan suatu perusahaan, kita dapat melihat dari laporan keuangannya. Kinerja keuangan suatu perusahaan harus dilaporkan, minimal sekali dalam satu periode. Salah satu bentuk laporan keuangan yang dimaksud adalah laporan laba rugi. Laporan laba rugi merupakan laporan tentang kinerja keuangan suatu perusahaan. Dalam laporan ini disajikan jumlah pendapatan (revenue) dan biaya (expenses) serta laba atau rugi (profit/losses) suatu perusahaan selama periode waktu tertentu. Dari laporan ini kita dapat menganalisis perbandingan antara pendapatan dengan biaya untuk memperolehnya, sehingga dapat mengukur tingkat efisiensinya. 
Contoh transaksi yang terjadi pada Salon Intanyang telah  dibukukan  dalam  persamaan dasar akuntansi di atas, jika dianggap belum ada beban dari unsur perlengkapan dan peralatan (diasumsikan masih utuh), maka laporan laba ruginya dapat disusun seperti berikut ini.


Salon Intan

Laporan Laba Rugi

Untuk Periode yang berakhir tanggal 31 Januari 2009

Pendapatan


        Perdapatan salon

1.000.000,00
Beban Usaha


       Biaya Sewa Gedung
100.000,00

       Biaya Gaji pegawai
150.000,00

       Biaya listrik
75.000,00

       Biaya bunga
7.500,00

Jumlah beban Usaha

332.500,00
Laba bersih

667.500,00

            Contoh lain, misalnya data keuangan yang disajikan Penjahit Rapi pada tanggal 31 Desember tahun 2008 sebagai berikut:
1. Kas                          Rp 55.000,00       6. Pendapatan lain-lain       Rp 500,00
2. Piutang jasa             Rp 10.000,00      7. Biaya perlengkapan        Rp 3.500,00
3. Peralatan                 Rp 20.000,00       8. Gaji penjahit                   Rp 5.000,00
4. Perlengkapan           Rp 5.000,00         9. Biaya lain lain                Rp 1.200,00
5. Pendapatan jahit     Rp 19.200,00      10. Modal                           Rp 80.000.00


Tidak ada komentar:

Posting Komentar