Daftar Blog Saya

Minggu, 01 Januari 2017

PANDANGAN TEOLOGI TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID TENTANG TAUHID.


NAMA                  : ABDUSSALAM
FAKULTAS           : SYARI'AH
PRODI                  : EKONOMI SYARIAH
SEMESTER           : 1 B

1.   PANDANGAN TEOLOGI TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID TENTANG TAUHID.
          Formulasi ahlussunnah wal jama’ah Nahdlatul Wathan dalam teologi (tauhid) akidah, mengikuti paham yang di rumuskan oleh abu hasan al-Asy’ari dan imam abu Mansyur al- maturidi.
            Secara umum, moderatisme pemikiran al-Asy’ari tampak dari beberapa ajaran teologisnya yang mencoba mengenai semua isu teologis, yang menjadi perdebatan pada waktu itu ajarannya menjembatani  teologi muktazilah dengan lawan lawan ekstrim mereka. Di antaranya al Asy’ari menanggap sipat sipat tuhan adalah nyata tidak abstrak seperti pandangan Muktazilah dan juga tidak sepertipandangan kaum antrophomorfis yang menganggap sifat sifat Tuhan seperti sifat sifat manusia.
            Sedangkan pola pemikiran al-Maturidi,menurut Ghazali Said (1997:19) tidak banyak berbeda dengan al as-Asy’ari,dan serta metodologis bias dikatakan sama, yang membedakannya dalam beberapa hal, lebih liberal dalam menggunakan rasio di bandingkan al-Asy’ari, antara lain:  1. Ma’rifatullah dengan akal atau nash.
2.ukuran baik buruk dengan akal atau nash,
3.kasb dan ikhtiar bergantung pada manusia atau Tuhan.

            Secara ringkas, pemikiran ahlussunnah wal jama’ah dalam teologi (tauhid) aqidah dapat di rumuskan sebagai berikut:
1.      Dalam hal ketuhanan mereka meyakini bahwa Allah itu mempunyai sifat (Esa dalam zat-zatnya,sifat-sifatnya dan perbuatannya), mustahilda’addud (berbilang) ,wajib maha kuasa mustahil lemah, wajib maha berkhendak mustahil terpaksa,wajib maha mengetahui mustahil bodoh, wajib maha hidup mustahil mati, wajib maha bicara mustahil bisu.
2.      Dalam hal malaikat  mereka menyakini malaikat sebagai mahluk halus yang di ciptakan dari cahaya, serta diwajibkan mengetahui 10 malaikat . dan sebelum Israfil meniup terompet tak seorangmalaikat  mati.
3.      Dalam hal kitab Allah, mereka meyakini adanya kitab Allah, kitab taurat di turunkan kepada nabi Musa, zabur pada nabi Daud,injil pada nabi Isa dan Al qur’an pada Nabi Muhammad.
4.      Dalam hal nabi-nabi ALLAH, ahlussunnah wal jama’ah bahwa rasul rasul yang wajib di ketahui ada 25 orang dan yang lain tidak wajib di ketahui.
5.      Masalah hari kiamat, mereka meyakini bahwa setiap orang meninggal dunia akan masuk kea lam Barzah dan di Tanya oleh Malaikat  Munkar dan Nakir.
6.      Kemudian masalah qadla dan qadar, mereka menyakini bahwa apa yang terjadi dan akan terjadi adalah qadla dan qadar Allah.                                                                                                                     
2.   PANDANGAN TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID TENTANG TAFSIR AL-QUR’AN DAN HADIST.                                                                                 
Alas an ahlussunnah wal jamaah Nahdlatul Wathan terdorong  lebih memilih mazhab imam Safi’I dari mazhab mazhab lainnya seperti mazhab Abu Hanifah, Maliki dan Ahmad tersebut lantaran  secara garis besar, mereka memandang bahwa mazhab Imam Syafi’I mempunyai sandaran istinbat hokum yang sangat kuat, yakni: Al-qur’an dan Al-hadist sebagai basis utama. Jika tidak di dapat di dalamnya,maka boleh dilakukan ijtihad secara aqliyah (akal) dengan metode khusus yang tetap mempertimbangkan dalil naqli.
3.   PANDANGAN TGKH. MUHAMMAD ZAINUDIN ABDUL MAJID TENTANG MAZHAB FIQIH.
Pokok-pokok ajaran dan paham berfiqih dalam ahlussunnah wal jamaah Nahdlatul Wathan menggunakan pola mazhab, yaitu hanya mengikuti mazhab imam AL- Syafi’I, salah satu dari empat mazhab, yaitu: mazham imam Abu hanifah,mazhab imam Ahmad,dan mazhab imam Maliki Bin Anas.
Meskipun para tokoh Nahdlatul wathan hanya mengikuti mazhab imam Al-Syafi’I bukan berarti tidak boleh di ikuti yang lainnya. Dalam beberapa hal mereka juga mengikuti mazhab, seperti mazhab Imam Abu Hanifah,mazhab Imam Maliki  bin anas, dan mazhab Ahmad Bin Hambal. Meskipun demikian, di kalangan warga Nahdlatul Wathan tetap di tegaskan bahwa taqlid di utamakan kepada mazhab imam Al-Syafi’i. mereka memberikan alas an karena pendapat yang di nisbatkan kepada mereka (mazhab selain imam al- Syafi’i) adalah kurang valid lantaran tidak adanya sanad yang dapat menghindari terjadinya perubahan dan pergantian (lihat Nu’man dan Asyi’ari,1998).   
             {Dr.Baharuddin.MA.2007. Nahdlatul wathan dan perubahan social.Yogyakarta. Gentra Press.)

4.   PANDANGAN TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID TENTANG TASAWUF.
Taswwuf yang di kembangkan oleh Kyai hamzanwadi adalah ajaran tasawwuf yang    dikembangkan oleh al-Ghazali dan Junaid al-Bagdadi. Memang secara langsung Kyai Hmzanwadi tidak pernah mengatakan bahwa dalam tasawwuf menganut paham al-Gazali, tetapi dilihat dari kitab-kitab tasawuf yang diajarkannya setiap hari banyak karangan imam al-Ghazali seperti kitab Ihya Uhim al-Din. Secara khusus, kyai Hamzanwadi banyak memperoleh ilmu tasawwuf dari Syih Amin al-Kutbi. Sementara tariqat yang dikembangkan Kyai Hamzanwadi adalah tariqat Hizib Nahdlatul Wathan yang diterimanya dari seorang guru kesayangannya, yakni al-Allamah Fadlilat al-Magfurllah Maulana al-Syeikh Hasan Muhammad Masysyath di Makkah.Tujuan  dan munculnya tariqat Hizib Nahdlatul Wathan  ini adalah untuk melindungi masyarakat dari ajaran-ajaran tarekat lain yang menyimpang dari ajaran islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar