Daftar Blog Saya

Kamis, 05 Januari 2017

PERANAN SEKTOR PUBLIK DALAM PEREKONOMIAN




KATA PENGANTAR

 


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, yang telah memberikan taufik serta Hidayah-Nya, sehingga  Makalah  ini dapat terselesaikan walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana. Sholawat serta salam kami haturkan kepada pereformasi umat serta para sahabat-Nya, keluarga dan para pengikut-Nya sampai hari kemudian.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, hal ini disebabkan karena adanya keterbatasan dari penulis karena penulis termasuk manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan kekurangan karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar belakang
Kewajiban merealisasiakn falah, pada dasarnya merupakan tugas seluruh ekonomic agen, termasuk pemerintah dan masyarakat. Terdapat banyak aktivitas ekonomi yang tidak dapat diselengarakan dengan baik oleh pasar, sehingga mengharuskan adanya peran aktif dari pemerintah dan masyarakat. Disamping pemerintah, masyarakat harus berperan langsung. Terdapat fenomena market failure, goverment failur, dan, citizen failur, yaitu kegagalan sektor-sektor ini dalam mencapai solusi optimum bagi permasalahan ekonomi. Oleh karena itu, tidak mungkin untuk merealisasikan falahhanya dengan bertumpu pada salah satu sektor. Pasar, pemerintah, dan masyarakat harus bergerak dan bekerja bersama (ta’awun) dalam menyelenggarakan aktifitas ekonomi untuk mencapai kesejahteraan umat.
Pasar pada hakikatnya adalah wahana untuk mengekspersikan kebebasan individu dalam berniaga, yang tentu saja lebih didorong dalam motif-motif mencari individual. Oleh karena itu, aktifitas-aktifitas perekonomian yang bersifat kolektif/publik dan atau aktifitas tidak bermotif keuntungan material tidak bisa diselenggarakan oleh pasar terdapat fenomena yang disebut sebagai kegagalan pasar dimana mekanisme kerja pasar memang tidak dapat (gagal) untuk menyelesaikan beberapa permasalahan penting dalam perekonomian.
Pemerintah dan masyarakat pada dasarnya adalah dua institusi yang memiki fungsi dasar sama, yaitu untuk merealisasikan segala kewajiban kolektif atau kewajiban publik dalam mewujudkan falah.
B. Rumusan masalah
1.  peranan pemerintah dalam perekonomian
2.  peranan masyarakat dalam perekonomian
C. Tujuan
1. agar bias mengetahui peranan sector perekonomian didalam lingkup
a. pemerintah dan
b. masyarakat



BAB II
PEMBAHASAN


A.       PERAN PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN
Rasionalitas Peran Pemerintah
Pada dasarnya peran pemerintah dalam perekonomian yang Islami, memiliki dasar rasionalitas yang kokoh. Dalam pandangan Islam, peran pemerintah didsari oleh bebrapa argumentasi, yaitu:
1.         Derivasi dari konsep kekhalifahan
2.         Konsekuensi adanya kewajiban-kewajiban kolektif (fard al-kifayah)
3.         Adanya kegagalan pasar dalam merealisasikan falah
Pemerintah adalah pemegang amanah Allah SWT yang menjalankan tugas-tugas kolektif dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan (al-adl wa al-ihsan) serta tata kehidupan yang baik bagi seluruh umat. Jadi, pemerintah adalah agen dari Tuhan, atau khalifatullah untuk merealisasikan falah. Sebagai pemegang amanah tunggal, eksistensi dan peran pemerintah ini memiliki landasan yang kokoh dalam al-qur’an dan sunnah, baik secara eksplisit maupun inplisit. Kehidupan Rasulullah dan Khulafaurrasyidin merupakan teladan yang amat baik bagi eksistensi pemerintah. Dasar dalam menjalankan amanah tersebut pemerintah akan menjunjung tinggi prinsip musyawarah sebagai salah satu mekanisme pengambilan keputusan yang penting dalam islam. Dengan demikian, pemerintah pada dasarnya sekaligus memegang amanah dari masyarakat.
Fardu al-kifayah merupakan suatu kewajiban yang ditujukan kepada mayarakat, dimana jika kewajiban ini dilanggar, maka seluruh masyarakat akan menanggung dosa, sementara jika telah dilaksanakan (bahkan hanya oleh satu orang pun), maka seluruh masyarakat akan terbebas dari kewajiban tersebut. Beberapa contoh dari hal ini misalnya, kewajiban untuk membangun industri yang menyediakan kebutuhan dasar dan kebutuhan pokok seperti transportasi, pendidikan, pelayanan medis, dll.
Pemerintah dapat memiliki peranan penting dalam menjalankan fardu kifayah ini karena kemungkinan masyarakat gagal untuk menjalankannya atau tidak dapat melaksanakannya dengan baik.
Masyarakat keungkinan tidak memiki informasi yang memadai tentang adanya suatu kewajiban publik, sehingga mereka tidak melaksanakannya. Dalam kenyataan pemerintah biasanya memiliki informasi yang lebih lengkap dan akurat dibandingkan masyarakat, karena pemerintah memiliki sumber daya yang lebih baik dalam mencari dan mengelolah informasi. Jika kesadaran masyarakat terhadap kewajiban publik rendah, maka mereka tidak akan melakukannya, meskipun adanya kewajiban ini. Jika hal ini terjadi, maka pemerintah harus mengambil alih kewajiban publik tersebut.
Kegagalan pasar juga merupakan latar belakang perlunya pemerintah untuk berperna dalam perekonomian. Pasar gagal dalam menyelesaikan beberapa permasalahan ekonomi karena dua hal, yaitu : a) ketidaksempurnaan mekanisme kerja pasar; dan
b) tidak berjalannya mekanisme kerja pasar dengan efisien, pasar bekerja dengan mekanisme permintaan dan penawaran di mana mensyaratkan suatu komoditas yang dapat diperdagangkan (tradable). Komoditas seperti ini harus memiliki suatu harga, sedangkan untuk memiliki harga komoditas seperti ini otomatis harus bisa diukur (measurable). Dalam kenyataan, terdapat banyak kebutuhan masyarakat yang tidak bisa diukur (unmeasurable), karenanya juga tidak dapat memiliki harga dan tidak dapat diperdagangkan, sehingga tidak dapat disediakan oleh pasar. Beberapa non-marketable goods and services ini antara lain penyediaan barang publik, penanganan eksternalitas, penegakan keadilan, pemerataan distribusi pendapatan dan kekayaan, pertahanan, dll.
Selain itu, dalam realitas mekanisme kerrrjaaa pasar juga tidak dapat beroperasi secara optimal karena tidak terpenuhinya syarat-syarat pasar yang islami. Sebagaimana disampaikan oleh Ibn Taimiyah, mekanisme pasar dapat berjalan dengan efisien dan menghasilkan kesejahteraan yang optimum bagi masyarakat apabila harga yang dihasilkannya adalah harga yang adil (thaman al-adl). Untuk menghasilkan harga yang adil ini, maka harus terpenuhi syarat teknis dan syarat moral sekaligus. Secara teknis, mekanisme kerja pasar yang efisien dapat berlangsung apabila terdapat informasi yang sama diantara pelaku pasar, tidak adanya hambatan untuk masuk dan keluar dari pasar, homogenitas komoditas, serta jumlah penjual yang banyak. Dengan kata lain, pasar yang bersaing sempurna memiliki peluang untuk menghasilkan harga yang adil. Secara moral, mekanisme kerja pasar yang efisien menuntut adanya sikap kejujuaran, keterbukaan, sportivitas, dan keadilan. Moralitas akan menuntun persaingan di pasar menjadi kompetisi yang indah dalam rangka mewujudkan kebaikan (fastabiqul khairat), sehingga memberikan maslahah bagi masyarakat luas.
1.      Peran Pemerintah Untuk Mencipatakan Pasar Yang Efisien
Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, yang dimaksudn dengan pasar yang efisien adalah pasar yang mampu menghasilakan maslahah yang maksimum. Pasar ini terjadi manakala harga yang tercipta adalah sama dengan biaya minimum untuk menghasilkan satu unit barang tersebut. Secara teknis, kondisi seperti ini dapat tercipta apabila pasar dapat bersaing dengan sempurna dimana tidak ada satu individu pun yang dapat mengatur harga pasar. Produsen adalah price taker.
Perlu diketahui di sini, bahwa inefisiensi tersebut tidak bisa dipahami sebagai tambahan penggunaan input produksi, yang melebihi standar penggunaan input, yang ditransfer menjadi output. Kelebihan penggunaan yang sepenuhnya ditransfer dalam output akan tercermin dalam peningkatan kualitas output. Tetapi, kasus yang terjadi di sini adalah kelebihan penggunaan input produksi yang melebihi standar penggunaan input, yang gagal ditransfer menjadi output. Dengan kata lain, terjadi pemborosan dalam proses produksi yang bisa jadi berupa banyaknya barang cacat yang tidak bisa digunakan atau dijual.
Berdasarkan diskusi diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa efek dari inefisiensi yang terjadi terhadap perekonomian secara keseluruhan adalah negatif, yaitu menurunkan maslahah yang bisa di terima oleh masyarakat secara keseluruhan. Dalam bahasa ekonomi umum hal ini dimaknai sebagai turunnya surplus produsen yang lebih besar dari jumlah surplus konsumen yang bisa diambil atau deadweight loss.
Dengan demikian, maka pasar yang efisien adalah pasar dimana setiap produsennya menetapkan harga yang konstan untuk berapa pun kuantitas yang dijual dan besarnya harga adalah sama dengan tingkat biaya minimum. Namun demikian, realisasi pasar yang efisien ini tidak  bisa diserahkan begitu saja kepada pelaku pasar karena secara naluriah produsen berkecenderung mncari rente. Diperlukan intervensi pemerintah untuk mengurangi kecenderungan ini.
2.       Peran Pemerintah Dalam Mengatasi Eksternalitas
Eksternalitas adalah dampak dari suatu aktivitas ekonomi yang diterima pihak lain, baik positif maupun negatif, dimana pasar tidak mampu menyediakan sistem kompensasi yang adil terhadap dampak tersebut. Eksternalitas positif terjadi jika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seorang  agen ekonomi menimbulkan manfaat kepada pihak lain,tetapi pihak lain tersebut tidak dipungut bayaran. Sebaliknya, eksternalitas negatif terjadi ketika suatu agen melakukan kegiatan dan menimbulkan dampak merugikan pada pihak lain tapi tidak diberi konpensasi. Dalam eksternalitas positif, tidak ada pihak yang dirugikan sehigga hal tersebut tidak mempengaruhi efisiensi yang terbentuk dalam perekonomian. Sebaliknya, dalam kasus eksternalitas negatif  ada pihak lain yang dirugikan sehingga hal tersebut bisa menghambat efisiensi perekonomian, walaupun perekonomian tersebut telah dibangun berdasar kompetisi yang  fair.
3.       Ruang Lingkup Peranan Pemerintah
Secara umum, ruang lingkup peranan pemerintah ini mencakup aspek yang luas, dimana secara garis besar diklasifikasikan menjadi :
1.       upaya mewujudkan tujuan ekonomi islam secara keseluruhan.
2.       upaya mewujudkan konsep pasar yang islami.
Pemerintah memiliki tugas penting dalam mewujudkan tujuan ekonomi islam secara keseluruhan. Sebagaimana telah diketahui, tujuan ekonomi islam adalah mencapai falah yang  direalisasikan melalui optimasi maslahah. Oleh karena itu, sebagai pengemban amanah dari Allah dan masyarakat, maka secara umum tujuan peran pemerintah adalah mencipatakan kemaslahahan bagi seluruh masyarakat. Menurut Al-Mawardi tugas dari pemerintah adalah untuk melanjutkan fungsi-fungsi kenabian dalam menjaga agama Islam dan mengatur urusan duniawi. Sementara menurut Ibn Khaldun eksistensi pemerintah adalah untuk memastikan agar setiap orang dapat memnuhi tujuan syariat baik dalam urusan dunia maupun akhirat.
Teks Al-Qur’an dan Sunnah secara eksplisit dan implisit telah menyebutkan beberapa peran yang harus dilakukan pemerintah, baik yang dilakukan melalui pasar maupun bukan pasar. Peran-peran tersebut, yaitu sebagai berikut:
1.       Manajemen kekayaan publik dalam rangka memaksimumkan kepentoingan publik
2.       Pemenuhan segala persyaratan untuk membangun negara secara efektif dapat melindungi masyarakat dan kepentingan budaya, ekonomi, religius, dan politik.
3.       Menggali pemasukkan untuk membiayai adminstrasi publik dan tugas-tugas pemerintah.
4.       Menjamin para individu agar dapat meningkatkan efisiensi dan derajat kekayaan dan kesejahteraannya.
5.       Menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi, khususnya dalam distribusi dan redistribusi kekayaan/pendapatan.
6.       Melindungi lingkunagn ekonomi agar tetap sesuai dengan niali dan prisnip Islam.
Pemerintah memilki peran penting dalam mewujudkan pasar yang Islami. Intervensi pemerintah dalam pasar bukan hanya bersifat temporer dan minor, tetapi ia mengambil peranan yang sanagt besar dan penting. Pemerintah bukan hanya bertindak sebagai wasit atas permainan pasar, tetapi ia akan berperan aktif bersama pelaku-pelaku pasar yang lain. Pemerintah dapat bertindak sebagai perencana, pengawas, pengatur, produsen sekaligus konsumen bagi aktivitas pasar. Peran pemerintah ddalam pasar ini secara garis besar dapat dikalsifikasikan menjadi dua bagian, yaitu: peratama,peran yang berkaiatan dengan implementasi nilai dan moral Islam;, dan kedua, peran yang berkaitan dengan teknis-operasional mekanisme pasar.
4.      Peran Pemerintah Berkaitan Dengan Implementasi Moralitas Islam
Meskipun dalam sebuah masyarakat yang Islami kita dapat mengharapkan suatu perilaku yang Islami pula, tetapi implementasi nilai dan moralitas Islam akan lebih efektif jika disertai dengan intervensi pemerintah. Mekanisme kerja pasar pada dasarnya tidak memiliki sistem otomatis yang terkait langsung dengan moralitas, meskipun moralitas sangat penting bagi optimumnya mekanisme kerja pasar. Sementara itu, dalam dunia nyata juga akan pasti selalu terjadi deviasi normatif dari perilaku seorang Muslim. Deviasi antara norma realita adalah suatu yang alamiah, mengingat manusia memiliki naluri dasar utnuk menaati ajaran Allah SWT. Sekaligus untuk melanggarnya. Peran pemerintah seperti adalah unik karena tidak terdapat pada sistem ekonomi lain apapun. Beberapa contoh peran ini sebagai berikut:
1.                Memastikan dan menjaga implementasi nilai dan moral Islam secara keseluruhan
2.                Memastikan dan menjaga agar pasar hanya meperjualbelikan barang dan jasa yang halalan thayyibah. Barang yang haram dan makruh beserta mata rantai produksi, distribusi, dan konsumsinya harus dilarang seccara tegas.
3.                Melembagakan nilai-nilai persaingan yang sehat (fair play), kejujuran (honesty), keterbukaan (transparancy), dan keadilan. Dalam konteks ini pemerintah juga harus menjadi al-muhtasib yang memiliki wewenangluas dalam mencegah dan menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran niali-niali ini. Pada masa Rasulullah Saw, beliau terjun sendiri ke pasar untuk menjalankan fungsi al-muhtasib.
4.                Menjaga agar pasar hanya menyediakan barang dan jasa sesuai dengan prioritas kebutuhan sebagaimana diajarkan dalam syariat Islam dan kepentingan perekonomian nasional.
5.       Peran Pemerintah Yang Berkaitan Dengan Mekanisme Pasar
Secara ideal, pasar yang benar-benar kompetitif tidak akan dijumpai dalam dunia nyata. Biasanya sellau terdapat hal-hal yang menhambat terjadinya persaingan ini. Oleh karena itu, pemerintah harus berperan dalam menjamin terjadinya mekanisme pasar yang baik. Peran ini dapat diperinci sebagai berikut:
1.       Secara umum memastikan dan menjaga agar mekanisme pasar dapat bersaing dengan sempurna. Pemerintah itu harus menjamin kebesaran masuk dan keluar pasar, menghilangkan berbagai hambatan dalam persaingan seperti monopoli, menyediakan informasi, membongkar penimbunan, melarang kartel-kartel yang merugikan, dan lain-lain.
2.       Membuat langkah-langkah untuk meningkatkan daya saing dan daya beli dari perilaku yang lemah, misalnya produsen kecil dan konsumen miskin. Termasuk dalam hal ini menciptakan bebrbagai skenario kerja sama di antara para pelaku pasar, misalnya antara produsen besar dengan produsen kecil, untuk meningkatkan efisiensi pemerataan.
3.       Mengambil berbagai kebijakan utnuk menciptakan harga yang adil, teruatam seandainay persaingan yang sempurna tidak dimungkinkan terjadi pada pasar.
6.        Instrumen Kebijakan Pemerintah
Dalam menjalankan perannya, pemerintah memiliki bebrapa intrumen kebijakan, antara lain sebagai berikut:
1.       Manajemen produksi dan ketenagakerjaan disektor publik pemerintah dapat berperan efektif dalam mengelola kekayaaan publik. Mengatur produksi dan ketenagakerjaan pada sektor ini dapat memiliki pengaruh besar dalam perekonomian secara keseluruhan.
2.       Instrumen yang berkaitan dengan upaya mendorong kegiatan sektor swasta, misalnnya menetapkan regulasi bagi sektor swasta, melakukan redistribusi faktor produksi, al-hisbah, perlindungan bagi masyarakat lemah.
3.       Pricyng police, dimana negara meregulasi harga dengan cara intervensi pasar, pendapatan harga, atau mendoorng kebijakan diskriminasi harga untuk kelompok asyarakat, daerah atau sektor tertentu yang dipandang merupakan kepentingan publik. Pricyng police, ini juga perlu dilakukan ketika pasar tidak dapat bersaing sempurna sehingga harga yang dihasilakn tidak merugikan masyarakat.
4.       Kebijakan fiskal, yaiut pengelolaan APBN disesuaikan dengan prinsip-prinsip publik Islam.
5.       Kebijakan kredit dan moneter
6.        Intervensi kekayaan  dan surplus sektor publik

B.   PERAN MASYARAKAT DALAM PEREKONOMIAN

1)   Peran Masyarakat Pada Masa Islam Klasik
Kesejahteraan ekonomi yang ebrahsil dicapai oleh masyarakat adalah merupakan hasil kerja kolektif dari semua komponen dalam masyarkat tersebut. Pada dasarnya peran masyarakat ini merefleksikan kepedulian mereka terhadap sesama. Mereka bekerja tidak sellau untuk kepentingan dirinya semata, tetaapi juga untuk kepentingan orang lain, misalnya keluarag, kerabat, dan masyarakat disekitr.
Dalam era saat ini, banyak orang atau perusahaan membantu orang lain karena keinginan membantu reputasi dan pengakuan posiitf dari masyrakat luas. Bankay perusahaan memliki program corporate sosial responsibility (CSR) yang mengeluarkan dana relatif besar utnuk membantu pembangunan masyarakat. Terdapat sebuah harapan bahwa dengan kegiatan tersebut citra produk dan perusahaan akan semakin baik diamata konsumen sehingga dalam jangka panjang konsumen akan lebih loyal.
Sejarah masyarakat Islam kalsik telah memberikan potret yang indah tentang peranan masyarakat dalam perekonomian. Masyarakat memilki peranan yang amat besar, baik dalam penyediaan barang maupun jasa, selama periode Rasulullah Saw, maupun Khulafaurrasyidin. Masjid yang pertama kali dibangun umat Islam di Madinah dibangun dengan dana dan tenaga masyarakat (Muhajirin dan Anshar), demikian juga fasilitas publik lainnya. Berbagai bentuk sumbangan masyarakat mislanya, infak, shadaqoh. Zakat, dan wakaf merupakan sumber pemasukan yang signifikan bagi negara. Hal seperti ini terus berlangsung pada masa Khulafaurrasyidin dan sesudahnya, meskipun pemerintah (melalui baitul mal) juga memiliki peranan yang penting.
2)   Rasionalitas Peranan Masyarakat
Pentingnya peran masyarakat dalam perekonomian adalah sama dengan sektor lainnya, yaitu pasar dan pemerintah. Beberapa dasar pemikiran peranan masyarakat ini yaitu sebagai berikut:
a.    Konsekuensi Fardhu Kifayah
Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, fardhu kifayah merupakan suatu kewajiban yang ditujukan kepada masyarakat dimana jika kewajiban ini dilanggar, maka seluruh masyarakat akan menanggung dosa, sementara jika telah dilaksanakan (bahkan hanya oleh satu orang pun) maka seluruh masyarakat akan terbebas dari kewajiban tersebut. Meskipun pemerintah terkadang dapat berperan lebih efektif dibandinbgkan masyarakat secara langsung, tetapi masyarakat terlepas dari tanggung jawab ini. Pada dasarnya konsep fardhu kifayah adalah mengacu pada tanggung jawab masyarakat. Jiia pemerintah masyarakat dapat terbebas dari tanggung jawab.
b.   Adanya Hak Milik Publik
Peranan masyarakat juga muncul karena adanya konsep hak milik publik dalam ekonomi Islam, seperti waqaf. Kekayaanwaqaf adalah kekayaan masyarakat secara keseluruhan dan berlaku sepanjang masa, karenanya waqaf  merupakan hak milik masyarakat yang tidak tergantung kepada pemerintah yang berkuasa. Pemerintah dapat berganti dari waktu ke waktu, ementara masyarakat terikat dalam kewajiban sosial jangka panjang. Oleh karena itu,berbagai kekayaan waqfakan tetap dikelola oleh masayarakat sendiri.
c.    Kegagalan Pasar
Kegagalan pasar tidak cukup hanya diselesaikan ddengan peran pemerintah, sebab pemerintah juga memiliki kegagalan. Pasar bekerja dengan mekanisme permintaan dan penawaran di mana mensyartakan suatu komoditas yang dapat diperdagangkan (tradeble). Komoditas seperti ini harus memiliki suatu harga (priceble), sedangkan untuk memiliki komoditas seperti ini otomatis harus bisa diukur.
d.   Kegagalan Pemerintah
Meskipun peran pemerintah sangat berguna, termasuk dalam menjalankan fardu kifayah, tetapi terdapat beberapa kelemahan-kelemahan. Hal ini selanjutnya dapat mengganggu efisiensi peranan pemerintah sehingga diperlukan peran masyarakat secara langsung. Beberapa kelemahan ini yaitu:
·  Pemerintah sering kali tidak berhasil mengidentifikasikan dengan tepat kebutuhan masyarakat yang sesungguhnya, sehingga formulasi kebijakannya juga tidak tepat.
·  Pemerintah juga sering kali memiliki banyak masalah struktural yang dapat menghambat efektifitas dan efisiensi kebijakan, misalnya masalah birokrasi dan politik.
·  Keterlibatan pemerintah sering kali menimbulkan pengaturan yang berlebihan terhadap aktivitas perekonomian, sehinggga justru menghambat mekanisme pasar dan peran masyarakat secara langsung.
3)   Ruang Lingkup Dan Instrumen Peranan Masayarakat
Peranan masyarakat dalam perekonomian meiliki lingkup yang luas. Aktivitas ini mencakup berbagai hal yang secara langsung berkaitan dengan kegiatan perekonomian maupun hal lain yang secara tidak langsung menjadikan kegiatan perekonomian lebih baik.
Prakatik pada masyarakat Muslim era klasik dapat menjadi acuan yang baik bagi peran masyarkat modern saat ini. Peran masyarakat dalam perekonomian mencakup hal-hal berikut:
a)         Menjaga kebutuhan ekonomi keluarga
Keluarga meiliki peranan yang amat penting dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat, diluar sistem ekonomi pertukaran dalam pasar maupun pemerintah. Sebagai institusi terkecil dalam masyarakat keluarga telah memberikan kontribusi yang bernilai ekonomis sangat tinggi terhadap perekonomian. Kontribusi ini dalam bentuk penyediaan barang atau jasa yang disediakan oleh pasar atau pemerintah adalah mustahil atau kemungkinan akan berbahaya sangat mahal.
Ajaran Islam mewajibkan kepala keluarga utnuk bertanggung jawab atas nafkah seluruh keluarga serta mengatur hakdan kewajiban seluruh anggota keluarga serta mengatur hak dan kewajiban seluruh keluarga, sehingga tercipta suatu keluarga harmonis. Keluarga juga memiliki kewajiban utnuk tururt menjaga kesejahteraan famili dan tetangga dilingkungannay.
b)         Mengelola ZIS
Zakat, infaq, sedekah (ZIS) memiliki peranan penting dalam penyediaan barang dan ajsa, baik barang publik maupun barang privat. Adanya ZIS telah menyediakan dana yang murah bagi pembiayaan berbagai kegiatan ekonomi dalam masyarakat. Islam telah mengatur kewajiban zakat dan sasaran pemanfaatannya secara pasti, karena zakat memiliki dampak ekonomi yang lebih pasti pula. Semenatar itu tidak terdapat pengaturan yang detail tentang infaq dan sedekah, sehingga lebih fleksibel dalam penglolaanya. Dalam realitas, banyak kegiatan dan fasilitas ekonomi yang disediakan dengan menggunaklan pembiayaan dari infak dan sedekah ini. Penyediaan fasilitas publik, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan masyarakat banyak dibiayai dari dana ini.
c)      Menyediakan Pelayanan Sosial
Penyediaan layanan-layanan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti pendidikan umum dan keagamaan, advokasi dan perlindungan lingkungan hidup, pelayanan kesehatan, peningkatan keahlian dan keterampilan, dan berbagai bentuk layanan jasa lainnya, banyak dilakukan oleh masyarakat sendiri. Jasa-jasa yang disediakan oelh pasar atau akan lebih murah jika dilakukan oleh masyarakat. Beberapa kebutuhan masyarakat, mislanya pendidikan keagamaan atau advokasi perlindungan lingkungan hidup, tidak dapat disediakan oleh pasar karena secara natural memang tidak terdapat insentif material bagi pelaku pasar. Penyediaan berbagai pelayanan sosial oleh masyarakat akan berbiaya lebih murah dibandingkan jika disediakan oleh pasar atau pemerintah sehingga efektif jika diorientasikan untuk pelayanan bagi kelompok miskin.
d)     Pengelolaan Waqf
Waqf merupakan salah satu sumber daya ekonomi yang telah terbukti berperan besar dalam perekonomian. Waqfadalah salah satu bentuk kekayaan yang secara hukum diberikankepada publik, meskipun pengelolaannya kemungkinan dapat dilakukan oleh pemerintah atau masyarakat sendiri. Pada dasarnya, waqf dapat mengmabil bentuk kekayaan apa saja sepanjang dapat memberikan keuntungan ekonomi atau manfaat lainnya bagi masyarakat. Pemanfaatan kekayaanwaqf juga tidak terbatas pada aktivitas tertentu, tetapi dapat dimanfaatkan utnuk aktivitas publik dalam bidang ekonomi, sosial, dan keagamaan.

BAB III
PENUTUP
a.       Kesimpulan
Kewajiban merealisasiakn falah, pada dasarnya merupakan tugas seluruh ekonomic agen, termasuk pemerintah dan masyarakat. Terdapat banyak aktivitas ekonomi yang tidak dapat diselengarakan dengan baik oleh pasar, sehingga mengharuskan adanya peran aktif dari pemerintah dan masyarakat. Disamping pemerintah, masyarakat harus berperan langsung. Terdapat fenomena market failure, goverment failur, dan, citizen failur, yaitu kegagalan sektor-sektor ini dalam mencapai solusi optimum bagi permasalahan ekonomi. Oleh karena itu, tidak mungkin untuk merealisasikan falahhanya dengan bertumpu pada salah satu sektor. Pasar, pemerintah, dan masyarakat harus bergerak dan bekerja bersama (ta’awun) dalam menyelenggarakan aktifitas ekonomi untuk mencapai kesejahteraan umat.
Pasar pada hakikatnya adalah wahana untuk mengekspersikan kebebasan individu dalam berniaga, yang tentu saja lebih didorong dalam motif-motif mencari individual. Oleh karena itu, aktifitas-aktifitas perekonomian yang bersifat kolektif/publik dan atau aktifitas tidak bermotif keuntungan material tidak bisa diselenggarakan oleh pasar terdapat fenomena yang disebut sebagai kegagalan pasar dimana mekanisme kerja pasar memang tidak dapat (gagal) untuk menyelesaikan beberapa permasalahan penting dalam perekonomian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar