Daftar Blog Saya

Selasa, 03 Januari 2017

STRUKTUR PASAR





BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Proses terjadinya interaksi antara permintaan dan penawaran terhadap suatu barang maupun jasa tertentu, dalam teori ekonomi hal itu telah memenuhi syarat untuk dikatakan sebuah pasar, yang pada akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan. Jadi, setiap proses yang mempertemukan antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual), maka akan membentuk harga yang disepakati antara pembeli dan penjual.
Seiring dengan perkembangan zaman, jumlah pasar yang tersedia semakin bertambah dan berkembang seiring dengan kian bertumbuhnya permintaan dan penawaran serta campur tangan dari pemerintah. Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat pasar dalam bentuk fisik seperti pasarbarang (barang konsumsi).
Aktivitas usaha yang dilakukan dipasar pada dasarnya akan melibatkan dua subyek pokok, yaitu: produsen dan konsumen. Kedua subyek tersebut masing-masing mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pembentukan harga barang di pasar. Selain itu struktur pasar juga sangat mempengaruhi baik pembentukan harga, penawaran serta permintaan pasar.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian pasar ?
2.      Apa yang dimaksud dengan struktur pasar ?
3.      Apa saja jenis-jenis struktur pasar ?
4.      Apa yang dimaksud dengan persaingan sempurna, monopoli, monopolistik, dan oligopoli pasar ?
5.      Bagaimana struktur pasar di indonesia ?
C.    Tujuan
1.      Menjelaskan pengertian dari pasar
2.      Menjelaskan pengertian dari struktur pasar
3.      Menjelaskan tentang jeni-jenis struktur pasar
4.      Menjelaskan perbedaan jenis-jenis struktur pasar
5.      Menjelaskan system struktur pasar di indonesia






BAB 11
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Pasar
Pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan. Jadi setiap proses yang mempertemukan antara pembeli dan penjual, maka akan membentuk harga yang disepakati antara pembeli dan penjual. Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat pasar dalam bentuk fisik seperti pasar barang (barang konsumsi).
a.       Menurut segi fisiknya, pasar dapat dibedakan menjadi beberapa macam, di antaranya:
1)      pasar tradisional
2)      pasar raya
3)      pasar abstrak
4)      pasar konkrit
5)      toko swalayan
6)      toko serba adab.
b.      Sedangkan berdasarkan jenis barang yang dijual, pasar dibedakan menjadi beberapa macam di antaranya:
1)      pasar ikan
2)      pasar sayuran
3)      pasar buah-buahan
4)      pasar barang elektronik
5)      pasar barang perhiasan
6)      pasar bahan bangunan
7)      bursa efek dan saham.
Aktivitas usaha yang dilakukan di pasar pada dasarnya akan melibatkan dua subyek pokok, yaitu produsen dan konsumen. Kedua subyek tersebut masing-masing mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pembentukan harga barang di pasar.
B.     Struktur Pasar
Struktur pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri. Pada analisa ekonomi dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna (yang meliputi Monopoli, Oligopoli, dan Monopolistik).

C.    Jenis-Jenis Struktur Pasar
1.      Pasar Persaingan Sempurna
Merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena dianggap struktur pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi (optimal) efisiensinya. Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai struktur pasar atau insdustri di mana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain.
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna
a)      Perusahaan adalah pengambil harga
Pengambil harga atau price taker berarti suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar.
b)      Setiap perusahaan mudah ke luar atau masuk
Jika perusahaan mengalami kerugian dan ingin meninggalkan industri tersebut, langkah ini dapat dengan mudah dilakukan. Sebaliknya jika ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di industri tersebut, maka dapat dengan mudah hal tersebut dilakukan.
c)      Menghasilkan barang serupa
Tidak terdapat perbedaan yang nyata di antara barang yang dihasilkan suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya. Istilah barang tersebut adalah barang identicial atau homogenous.
d)     Terdapat banyak perusahaan di pasar
Perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk mengubah harga. Jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan relatif kecil dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di dalam pasar.
e)      Pembeli mempunyai pengetahuan sempurna mengenai pasar
Pembeli mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan ke atas harga tersebut.
Dalam pasar persaingan sempurna, keputusan mengenai jumlah output perusahaan secara individual tidak bisa mempengaruhi tingkat harga, dan untuk keputusan mengenai penentuan harga, kurva permintaan menggambarkan secara horizontal, oleh karena itu harga dianggap konstan, berapapun output yang dihasilkan. Dengan demikian, maka laba total akan didapat pada saat: MR = P = MC sepanjang P > AVC.
a.      Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna
Beberapa karakteristik agar sebuah pasar dapat dikatakanpersaingan sempurna:
1)      Semua perusahaan memproduksi barang yang homogen (homogeneous product)
2)      Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan atau informasi sempurna (perfect knowledge).
3)      Output sebuah perusahaan relative kecil dibanding output pasar (small relatively output).
4)      Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar (price taker).
5)      Semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar (free entry and exit.)
b.      Permintaan Dan Hasil Jualan
Di dalam menganalisis usaha sesuatu perusahaan untuk memaksimumkan keuntungan, ada 2 hal yang harus diperhatikan yaitu :                               
1)      Biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan
2)      Hasil penjualan dari barang yang dihasilkan perusahaan itu.
Sifat biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah bersamaan, walau dalam struktur pasar manapun ia digolongkan (pasar persaingan sempurna, monopoli, oligopoli, atau persaingan monopolistis).
1)      Permintaan Pasar dan Perusahaan.
Seberapa banyak pun barang yang diproduksi dan dijualoleh produsen, ia tidak akan dapat mengubah hargayang ditentukan di pasar, karena jumlah yang diproduksikan itu hanya sebagian kecil dari jumlah yang diperjual-belikan di pasar.
2)      Hasil Penjualan Rata-Rata.
Apabila dimisalkan harga barang yang diproduksi perusahaan adalah Rp 3000 maka d=AR MR adalahkurva permintaan yang dihadapi perusahaan.
3)      Hasil Penjualan Marjinal (MR / Marjinal Revenue).
Hasil penjualan marjinal adalah Hasil penjualan yang sangat penting untuk diketahui dalam analisis penentuan harga dan produksi oleh suatu perusahaan (MR-Marjinal Revenue) yaitu tambahan hasil penjualan yang diperoleh perusahaan dari menjual satu unit lagi barang yang diproduksinya.
4)      Hasil Penjualan Total (TR / Total Revenue).
Hasil penjualan total adalah Seluruh jumlah pendapatan yang diterima perusahaan dari menjual barang yang diproduksinya.

c.       Pemaksimuman Keuntungan Jangka Pendek
Cara untuk menentukan pemaksimuman keuntungan oleh suatu perusahaan,  Syarat Pemaksimuman Keuntungan Didalam jangka pendek, pemaksimuman untung oleh suatu perusahaan dapat diterangkan dengan dua cara berikut
1)      Membandingkan Hasil penjualan total dengan biaya total
2)      Menunjukan keadaaan dimana hasil penjulan marjinal sama dengan biaya marjinal

2.      Pasar Monopoli
Pasar Monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan saja, dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat.
a.       Ciri-ciri pasar monopoli
1)      Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip
2)      Barang tersebut merupakan satu-satunya jenis barangyang seperti itu dan tidak terdapat barang mirip (closesubstitute).
3)      Tidak terdapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industri
4)      Dapat mempengaruhi penentuan harga.
b.      Faktor-faktor timbulnya monopoli
1)      Mempunyai suatu sumber daya tertentu yang unik dantidak dimiliki oleh perusahaan lain
2)      Pemilikan suatu sumber daya yg istimewa dan tidakdimiliki oleh orang atau perusahaan lain.
3)      Dapat menikmati skala ekonomi (economic of scale)hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi
4)      Monopoli wujud dan berkembang melalui undang-undanga.
a.       Peraturan paten dan Hak Cipta.
b.      Hak Usaha Ekslusif.
c.       Pemaksimuman Keuntungan dalam Monopoli
Kurva hasil penjualan total (TR), Kurva hasil penjualan rata-rata (D=AR), dan kurva hasil penjualan marjinal (MR), dalam perusahaan monopoli berbeda dengan diperusahaan yg berada dalam pasar persaingan sempurna. Dalam monopoli kurva permintaan DD=AR menurun dari kiri-atas ke kanan-bawah. Akibatnya MR menurun kebawah dan berada di bawah kurva DD dan kurva TR berbentuk U yang terbalik.
d.      Monopoli dan Diskriminasi Harga
Terbuka Kemungkinan kepada perusahaan monopoliuntuk menjual barangnya di dalam dua pasar (pasar dalamdan luar negri) yang sangat berbeda sifatnya. Untukmemaksimumkan keuntungan perusahaan monopoli dapat menjalankan kebijakan Diskriminasi Harga.
e.       Syarat-Syarat Diskriminasi Harga
1)      Barang tidak dapat dipindahkan dari satu pasar kepasar lain.
2)      Sifat barang atau jasa itu memungkinkan dilakukandiskriminasi harga.
3)      Sifat permintaan dan elastisitas permintaan di masing-masing pasar haruslah berbeda.
4)      Kebijakan diskriminasi harga tidak memerlukan biayayang melebihi tambahan keuntugan yang diperolehtersebut.
5)      Produsen dapat mengeksploiter beberapa sikap tidakrasional konsumen.
f.       Contoh-Contoh Kebijakan Diskriminasi Harga
1)      Kebijakan diskriminasi harga oleh perusahaan monopoli pemerintah Perusahaan listrik negara yg membedakan tarif antara yang dipakai kegiatan rumah tangga dengan tarif yang dipakai kegiatan perusahaan
2)      Kebijakan diskriminasi oleh jasa-jasa profesional Dokter, guru kursus privat, dll, melakukan diskriminasi harga tergantung dari keadaan ekonomi calon konsumen
3)      Kebijakan diskriminasi harga di pasar internasional

Perusahaan membedakan antara harga yang dijual didalam negeri dengan harga untuk penjualan ke luar negeri.
g.      Pengendalian Harga dalam Monopoli Alamiah
Monopoli alamiah adalah perusahan yg terus menerus menikmati skala ekonomi hingga pada tingkat produksi yang sangat banyak jumlahnya, berarti AC terus menerus turun hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi.
h.      Monopoli Alamiah dan Pemaksimuman Keuntungan
Untuk memaksimumkan manfaat dari kegiatan perusahaan seperti perusahaan listrik, air dan perusahaan jasa pos dan telepon, campur tangan pemerintah sangat diperlukan untuk menjamin kegiatan perusahaan tersebut agar dapat menguntungkan masyarakat. Dengan cara mengendalikan dan menetapkan harga barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan monopoli.
i.        Perbandingan Efisiensi Monopoli dan Persaingan Sempurna.
Perbandingan ini akan dilakukan dengan melihat dua keadaan, yaitu:
1)      Biaya Produksi Sama
Perbandingan efisiensi diantara pasar persaingan sempurna dan monopoli dalam menggunakan sumber-sumber daya, memproduksikan barang, dan meminimumkan biaya produksi per unit.
2)      Biaya Produksi Berbeda
Sekiranya monopoli dapat menikmati skala ekonomi sehingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi, kurva biaya rata-rata akan berbeda dari yang dimisalkan.
j.        Kebaikan Perusahaan Monopoli
1)      Apabila menikmati skala ekonomi, biaya produksi lebih murah daripada firma pasar persaingan sempurna, dan tingkat produksi lebih besar
2)      Mutu barang semakin meningkat dan harganya semakin murah apabila perusahaan terus menerus melakukan pengembangan dan inovasi
3)      Kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan apabila monopoli dapat terus menghasilkan barang yang lebih murah dan bermutu.
k.      Keburukan Perusahaan Monopoli apabila tidak berkembang
1)      Harga barang lebih mahal dan tingkat produksi lebihrendah di pasar persaingan sempurna
2)      Barang yang dihasilkan tidak banyak mengalamiperubahan

3.      Pasar Monopolistis
Pasar persaingan monopolistis mempunyai banyak persamaan dengan pasar persaingan sempurna, tetapi juga mempunyai cukup perbedaan yang menyebabkan perusahaan di pasar mempunyai unsur kekuasaan monopoli. Hal itulah yang menyebabkan pasaran seperti itu pasaran persaingan monopolistis.
Maka, pasar persaingan monopolistis dapat didefinisikan sebagai suatu pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak differential product.
a.       Ciri-Ciri Persaingan Monopolistis
1)      Terdapat Banyak Penjual
Terdapat cukup banyak penjual dalam pasar persaingan monopolistis, Perusahaan dalam pasar monopolistis mempunyai ukuran yang relatif sama besarnya. Keadaan ini yang menyebabkan produksi suatu perusahaan rekatif sedikit dibandingkan dengan keseluruhan produksi dalam keseluruhan pasar.
2)      Barangnya Bersifat Berbeda Corak
Produksi dalam pasar persaingan monopolistis berbeda coraknya (differntiated product) dan secara fisik mudah dibedakan antara produksi suatu perusahaan dengan perusahaan lain.
3)      Mempunyai Sedikit Kekuasaan Mempengaruhi Harga
Pengaruh ini relatif kecil kalau dibandingkan dengan oligopoli dan monopoli. Kekuasaan mempengaruhi harga bersumber dari sifat yang dihasilkan, yaitu bersifat berbeda corak atau differentiated product.
4)      Kemasukan ke Dalam Industri Relatif Mudah
Perusahaan yang akan masuk dan menjalankan usaha tidak banyak mendapat kesukaran atau hambatan seperti dioligopoli dan monopoli, tetapi juga tidak semudah seperti pada persaingan sempurna. Karena diperlukannya modal yang relati besar dan barang yang dihasilkan harus berbeda coraknya dengan yang ada di pasaran.
5)      Persaingan Promosi Penjualan Sangat Aktif (bukan harga)
Pengusaha melakukan persaingan bukan harga (non-price competition), yaitu dengan cara memperbaiki mutu dan desain barang, kegiatan iklan, syarat penjualan yang menarik dsb.
b.      Keseimbangan Dalam Pasar Persaingan Monopolistis
Kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam persaingan monopolistis adalah lebih elastis dari yang dihadapi monopoli, tetapi elastisitasnya tidak mencapai elastis sempurna (kurva permintaan sejajar sumbu datar - yang merupakan kurva permintaan yang dihadapi suatu perusahaan dalam persaingan sempurna). Maka pada hakikatnya kurva permintaan ke atas barang produksi perusahaan dalam persaingan monopolistis adalah bersifat menurun secara sedikit demi sedikit ( lebih mendatar dan bukan turun dengan curam).
1)      Keseimbangan Jangka Pendek
Keseimbangan yang dicapai suatu perusahaan dalam persaingan monopolistis sama dengan di dalam monopoli, Bedanya adalah di dalam monopoli yang dihadapi adalah permintaan dari seluruh pasar, Sedangkan dalam monopolistis permintaan yang dihadapi perusahaan adalah sebagian dari keseluruhan pasar.
2)      Keseimbangan Jangka Panjang
Seperti halnya dengan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna, dalam persaingan monopolistis setiap perusahaan hanya mendapat keuntungan normal di dalam jangka panjang.
Perbedaan antara monopolistis dengan persaingan sempurna yang juga memperoleh keuntunga normal adalah:
1)      Harga dan biaya produksi di pasar persaingan monopilstis lebih tinggi
2)      Kegiatan memproduksi di monopolistis belum mencapai tingkat yang optimal (mencapai tingkat dimana biaya produksi per unit adalah paling rendah).
c.       Penilaian ke Atas Persaingan Monopolistis
Penilaian ke atas efek dari pasar yang bersifat persaingan monopolistis kepada penggunaan sumber-sumber daya, dorongan untuk mengembangkan teknologi dan inovasi, dan corak distribusi pendapatan. Promosi penjualan secara iklan adalah merupakan kegiatan yang paling penting dilakukan oleh perusahaan monopolistis.
d.      Persaingan Bukan Harga
Mengandung arti usaha-usaha di luar perubahan harga yang dilakukan oleh perusahaan untuk menarik lebih banyak pembeli ke atas barang yang di produksikannya. Dengan kata lain, menarik lebih banyak pelanggan bukan dengan cara menurunkan harga melainkan dengan promosi yang lain. Persaingan bukan harga dibedakakan kepada dua jenis:
1)      Diferensiasi Produksi Menciptakan barang sejenis tetapi berbeda coraknya dengan produksi perusahaan-perusahaan lain
2)      Iklan dan Berbagai Bentuk Promosi Penjualan Mempersiapkan dan membuat iklan adalah suatu bagian penting dari usaha untuk memasarkan hasil produksi dari suatu perusahaan.
e.       Kebaikan dan Keburukan Pengiklanan Kebaikan
1)      Mengahasilkan barang yang berbeda corak Ciri ini meingkatkan kesejahteraan konsumen karena mereka dapat memilih corak barang yang sesuai dengan selera dan kemampuannya.
2)      Distribusi pendapatan dalam masyarakat lebih merata Karena perusahaan terdiri dari perusahaan-perusahaan kecil yang memperoleh untung normal, pemilik modal tidak memiliki kekayaan yang berlebihan dan kesempatan kerja yang diciptakan lebih besar.
Keburukan
a.       Operasinya tidak seefisien pasar persaingan sempurna, karena
1.      harga lebih tinggi
2.      kuantitas produksi lebih rendah
3.      pada keseimbangan tidak tercapai efisiensi produktif dan efisiensi alokatif.
b.      Perusahaan tidak mempunyai galakan untuk melakukan inovasi. Modal yang lebih terbatas, pasar yang terbatas dan kecenderungan memperoleh keuntungan normal dalam jangka panjang menghalang firma untuk menciptakan inovasi.
Pengiklanan memberikan beberapa sumbangan penting kepada masyarakat, yaitu :
1.    Dapat menurunkan biaya produksi
2.    Membantu konsumen memilih barang yang sesuai
3.    Menggalakan perkembangan mutu
4.    Mengembangkan industri komunikasi
5.    Menambah kesempatan kerja
4.    Pasar Oligopoli
Oligopoli merupakan pasar barang yang terdiri hanya dari beberapa perusahaan uang mempunyai ukuran dan modalyang relatif besar, ada kalanya pasar oligopoli terdiri dari dua perusahaan saja dan pasar seperti itu dinamakan duopoli.
a.    Ciri-Ciri Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli hanya terdiri dari sekelompok kecil perusahaan. Biasanya struktur dari industri oligopoli adalah terdapat beberapa perusahaan raksasa yang menguasai sebagian besar pasar oligopoli.
1)      Menghasilkan Barang Standar maupun Barang Berbeda Corak
Perusahaan dalam oligopoli menghasilkan barang standar (standardized product), contohnya adalahindustri yang menghasilkan bahan mentah (bensin, baja,alumunium) dan industri bahan baku (semen dan bahanbangunan). Sedangkan barang berbeda corak(differentiated product) pada umumnya adalah barangyang dihasilkan menjadi barang akhir (industri mobil,rokok, inustri sabun mandi dll).
2)      Kekuasaan Menentukan Harga, kemungkinan lemah maupun tangguh
Tanpa adanya kerjasama, kekuasaan menentukan harga menjadi lebih terbatas. Tetapi kalau perusahaan dalam oligopoli bekerja sama dalam menentukan harga, maka harga dapat distabilkan pada tingkat yang mereka kehendaki.
3)      Promosi Secara Iklan
Iklan secara terus menerus sangat diperlukan oleh perusahaan oligopoli yang menghasilkan barang yang berbeda corak, Tujuannya yaitu agar menarik pembelibaru dan mempertahankan pembeli lama.
b.    Penentuan Harga dan Produksi Tanpa Persepakatan Di dalam melihat pemaksimuman keuntungan dalam suatu perusahaan oligopoli, akan diperhatikan bagaimana tujuan itu akan dicapai apabila perusahaan-perusahaan tidak membuat persepakatan. Maksudnya setiap tindakan yang dilakukan perusahaan akan menimbulkan implikasi yang nyata kepada perusahaan-perusahaan lainnya.
c.    Bentuk-Bentuk Hambatan Kemasukan Oligopoli
Terdapat jumlah perusahaan yang terbatas di dalam pasar merupakan suatu bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan baru adalah sangat sukar untuk masuk kepasar oligopoli.
Faktor-faktor penting yang menyebabkan kesukaran memasuki pasar oligopoli
1)      Skala ekonomi
Apabila suatu perusahaan oligopoli dapat menikmati skala ekonomi sehingga ke tingkat produksi yang sangat besar, ini berarti semakin banyak produksinya semakin rendah biaya produksi per unit.
2)      Perbedaan Biaya produksi
Biasanya pada setiap tingkat produksi, biaya produksi per unit yang harus dikeluarkan perusahaan yang baru adalah lebih tinggi dari yang dikeluarkan perusahaan lama.
3)      Keistimewaan Hasil Produksi
Keistimewaan yang dimiliki oleh barang yang diproduksikan oleh perusahaan lama merupakan sumber lain yang dapat menghambat kemasukan perusahaan baru.
a.       Barang tsb sudah sangat terkenal (productrecognition)
b.      Barang tsb sangat rumit (product complexity)
d.   Penilaian ke Atas Pasar Oligopoli
Di dalam menilai kebaikan pasar oligopoli, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan, yaitu :
1)      Efisiensi Dalam Menggunakan Sumber-Sumber Daya
Efisensi dalam menggunakan sumber-sumber daya akan tercapai apabila biaya marjinal = hasil penjualan marjinal = harga. Keadaan ini hanya akan tercapai apabila tingkat harga adalah sama dengan biaya rata-rata yang paling rendah.
Pada umumnya keadaan ini tidak dicapai oleh perusahaan dalam oligopoli. Maka dipandang dari syarat efisiensi ini perusahaan dalam ologopoli tidakalah menggunakan sumber-sumber daya secara efisien.
2)      Perkembangan Teknologi dan Inovasi
Terdapat cukup alasan bahwa pasar oligopoli merupakan struktur pasar yang paling memberikan dorongan untuk mengembangkan teknologi dan melakukan inovasi. Dua alasan penting yang dapat digunakan, yaitu :
a.       Adanya untung yang lebih dari normal
b.      Menekankan kepada persaingan harga akanmenimbulkan efek yang kurang menguntungkankedudukan perusahaan di dalam industri.
3)      Kentungan Perusahaan Walaupun dalam pasar oligopoli terdapat persaingan, keadaan persaingan tersebut tidaklah seluas pasar persaingan sempurna dan pasar monopolistis. Persaingan terutama datang dari perusahaan yang sudah ada di dalam industri. Persaingan yang dibatasi ini memungkinkan perusahaan mendapat keuntungan yang melebihi normal.
Kebaikan pasar oligipoli adalah operasi firma dapat mencapai efisiensi yang tinggi dan menurunkan biaya produksi, serta perusahaan selalu melakukan pengembangan daninovasi. Sedangkan kelemahan pasar oligopoli adalah distribusi pendapatan akan semakin tidak merata



BAB 111
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan. Jadi setiap proses yang mempertemukan antara pembeli dan penjual, maka akan membentuk harga yang disepakati antara pembeli dan penjual. Penentuan keseimbangan di pasaran barang bergantung kepada struktur pasar dari barang yang diperjual belikan.
Struktur pasar dibedakan menjadi empat bentuk, yaitu pasar persaingan sempurna, monopoli, monopolitis, dan oligopoli. Pasar persaingan sempurna merupakan pasar yang paling ideal karena mempunyai ciri-ciri yang memaksimumkan kesejahteraan masyarakat. Ciri-ciri utama persaingan sempurna adalah pengambilan harga, mudah keluar masuk, menghasilkan barang serupa, banyak perusahaan dan pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar.
Pasar monopoli adalah pasar barang di mana hanya terdapat satu produsen dalam pasaran. Ciri penting lain dari perusahaan monopoli adalah barang yang diproduksinya tidak mempunyai pengganti, hambatan untuk memasuki pasar sangat besar dan mempunyai kekuasaan yang besar untuk mempengaruhi harga.
Pasar monopolistis adalah suatu pasar di mana terdapatbanyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak (differentiated products). Ciri-ciri lain dari pasar monopolistis adalah terdapatnya banyak penjual, dperusahaan mempunyai sedikit kekuasaan mempengaruhi harga, kemasukan ke dalam inustri relatif mudah, dan persaingan mempromosi penjualan yang sangataktif.
Pasar oligopoli adalah pasar di mana penawaran satu jenisbarang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Ciri-ciri daripasar oligopoli adalah menghasilkan barang standar maupun barang berbeda corak, memiliki kekuasaan untuk menentukan harga walaupun kemungkinannya lemah maupun tangguh, dan melakukan promosi secara iklan.
B.      Saran

Dalam penentuan harga pasar dan mengusahakan pembentukan harga pasar hendaknya pemerintah tempat memperhatikan rakyatnya yang masih hidup dalam garis kemiskinan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar