Daftar Blog Saya

Selasa, 03 Januari 2017

PERILAKU PASAR


PERILAKU PASAR

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa, atas berkat rahmat dan karuniaNyalah, makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam kita sampaikan kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah mengajak umat manusia ke jalan yang diridhoi Allah SWT.
Dalam makalah yang berjudul “perilaku pasar” ini, dijelaskan tentang bagaimana interaksi antara penjual dalam menawarkan barang atau jasa,  kepada pembeli atau pengguna jasa sehingga tercapai harga pasar.
Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Tentu banyak sekali kekurangan dan kesalahan yang terdapat dalam makalah ini, untuk itu besar harapan kami kepada para pembaca agar membantu kami dalam menilai dan mengoreksi makalah kami ini dan semoga makalah ini dapat menjadi reprensi pembelajaran bagi kita semua terutama kami sendiri.
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
      Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa contoh termasuk pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan dan pusat perbelanjaan, mata uang internasional dan pasar komoditas, hukum menciptakan pasar seperti untuk izin polusi, dan pasar ilegal seperti pasar untuk obat-obatan terlarang.
Ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Pasar peserta terdiri dari semua pembeli dan penjual yang baik yang memengaruhi harga nya. Pengaruh ini merupakan studi utama ekonomi dan telah melahirkan beberapa teori dan model tentang kekuatan pasar dasar penawaran dan permintaan.

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yakni sebagai berikut :
1.      Apa saja pengertian, syarat-syarat, serta fungsi pasar ?
2.      Bagaimana asumsi dasar sehingga terjadi perilaku pasar ?
3.      Jelaskan jenis-jenis serta klasifikasi pasar ?

C.    Tujuan
Adapun tujuannya yakni :
1.      Memahami pengertian, syarat-syarat, serta fungsi dari pasar.
2.      Mengetahui asumsi-asumsi dasar yang mempengaruhi terjadinya perilaku pasar.
3.      Dapat menjelaskan jenis-jenis serta klasifikasi pasar.
4.      Mengetahui peranan pemerintah dalam mengontrol pasar.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Pasar
William J.Stanton mengemukakan bahwa pasar adalah tempat orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya. Pendapat yang lain mengatakan Pasar adalah tempat dimana pembeli dan penjual bertemu dan berfungsi, barang atau jasa tersedia untuk dijual, dan terjadi perpindahan hak milik.
           Pasar dalam arti sempit adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk mengeadakan transaksi jual-beli barang dan jasa. Namun seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi yang menyebabkan transaksi dapat dilakukan tanpa mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung, maka muncul pengertian pasar dalam arti luas, yaitu proses interaksi penjual dan pembeli untuk mencapai harga pasar. Contoh pasar dalam arti yang sangat luas yaitu pasar saham, pasar uang, penjualan via internet dan surat kabar yang dilanjutkan dengan interaksi melalui telepon. Pada pasar, ada perusahaan yang menjadi pemain tunggal dan ada pula yang terdiri dari beberapa perudahaan produksi barang dan jasa. Ketika perusahaan bermain di dalam pasar, kemungkinan untuk memepengaruhi dan membentuk harga pasar dapat dilakukan oleh perusahaan yang menguasai (memonopoli). Hal tersebut terkait dengan keanekaragaman jenis barang, kebebasan perusahaan keluar masuk pasar, dan jumlah perusahaan  yang menjual produknya di pasar.


B.     Asumsi dasar perilaku pasar

1.       Market discount everything

bahwa pasar merupakan cerminan dari segala sesuatu. Perubahan harga yang terjadi di pasar adalah hasil dari tindakan (pembelian atau penjualan) yang diambil oleh para pelaku dengan beragam latar belakang, informasi, pengetahuan dan emosi yang berbeda.
Melalui pengamatan terhadap perubahan harga yang terjadi di pasar sudah cukup bagi seorang analis untuk memperkirakan pergerakan harga selanjutnya.

2.      Prices move in a trend
                                                                                                   
Harga cenderung bergerak ke arah yang sama selama beberapa periode.  Pergerakan tersebut dapat naik, turun atau bergerak dalam area tertentu (sideway) membentuk pola-pola yang efeknya dapat dikenali. Analis teknikal percaya bahwa harga tidak bergerak secara acak, sehingga dapat diperkirakan. Jika harga suatu aset bergerak naik pada akhir minggu ini, maka minggu depan pergerakan tersebut cenderung berlanjut, sampai tanda berakhirnya kenaikan muncul secara jelas.

3.                        History repeats itself

Pola-pola tertentu yang dibentuk oleh pergerakan harga yang terjadi di masa lalu akan terulang kembali dan menimbulkan efek yang sama di masa depan. Analis teknikal percaya bahwa perilaku transaksi manusia yang didorong oleh informasi, keinginan dan emosi secara masal cenderung akan berulang, misalnya sekerumunan massa yang melakukan antrian akibat kelangkaan minyak tanah pada saat ini akan kembali mengulang perilakunya di masa depan ketika menghadapi situasi yang sama.
Dari asumsi di atas muncullah perilaku-perilaku yang terjadi di pasar yakni :
1.  Membeli yakni melakukan pembelian terhadap instrumen tertentu, baik untuk posisi baru atau untuk likuidasi posisi sebelumnya.
2. Menjual yakni melakukan penjualan terhadap instrumen tertentu, baik untuk posisi baru atau untuk likuidasi posisi sebelumnya.
3. Mengamati yakni memilih untuk tidak mengambil posisi baru atau melikuidasi posisi yang ada, atau telah memutuskan untuk menahan posisi hingga waktu atau harga tertentu.
Sehingga hasil dari perilaku pasar tersebut memunculkan kenaikan atau penurunan harga. Jika pihak pembeli lebih kuat dibanding penjual, maka harga tentunya akan mengalami kenaikan, dan begitu juga sebaliknya. Semakin banyak pihak yang meminta, maka harga akan semakin tinggi, dan jika semakin banyak pihak yang menawarkan maka semakin rendah pula harga. Hal ini terjadi karena pasar adalah tempat perdagangan maka hukum supply & demand tetap berlaku.

C.    Syarat dan Fungsi Pasar

a.       Syarat-syarat terbentuknya pasar:
1.                 Terdapat penjual dan pembeli.
2.                 Adanya barang atau jasa yang diperjual belikan.
3.                 Terjadinya kesepakatan antara penjual dan pembeli dalam menentukan harga pasar.
b.      Fungsi pasar
Ada tiga fungsi yang paling mendasar pada keberadaan pasar, yakni :
1.                 Fungsi Distribusi maksudnya pasar berfungsi mendekatkan jarak antara konsumen dengan produsen dalam melaksanakan transaksi. Dalam fungsi distribusi, pasar berperan memperlancar penyaluran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.
2.                 Fungsi Pembentukan Harga maksudnya pasar berfungsi sebagai pembentuk harga pasar, yaitu kesepakatan harga antara penjual dan pembeli.
3.                 Fungsi Promosi maksudnya pasar digunakan sebagai ajang promosi. Pelaksanaan promosi dapat dilakukan dengan cara memasang spanduk, membagikan brosur, membagikan sampel, dll.

D.    Jenis-Jenis Pasar
Adapun jenis-jenis pasar secara umum adalah :

1.       Pasar Konsumen
Pasar konsumen adalah sekelompok pembeli yang membeli barang-barang untuk dikonsumsikan, bukan untuk dujual atau diproses lebih lanjut. Yang termasuk kelompok ini adalah pembeli individual/pembeli rumah tangga (non bisnis).
2.      Pasar Produsen
Pasar produsen juga disebut pasar industri atau pasar bisnis adalah suatu pasar yang terdiri atas individu-individu, lembaga atau organisasi yang membeli barang-barang untuk diproses lagi sampai menjadi produk akhir yang kemudian di jual atau disewakan.

3.      Pasar Penjual/Pedagang Perantara (Reseller Market)
Pasar penjual adalah suatu pasar yang terdiri dari individu dan organisasi yang memperoleh atau membeli barang dengan maksud untuk dijual lagi atau disewakan untuk mendapatkan laba. Hanya saja, barang yang dibelinya tidak diproses, melainkan langsung dijual kembali.

4.      Pasar Pemerintah
Pasar pemerintah adalah pasar dimana terdapat lembaga-lembaga pemerintahan, yakni : departemen, direktorat, dan instansi lain yang membeli atau menyewa barang-barang untuk membantu melaksanakan fungsi-fungsi pemerintahan. Seperti barang dan jasa untuk keperluan di bidang pertahanan, pekerjaan umum, kesehatan, utuk kesejahteraan rakyat. Barang yang dibeli misalnya pesawat terbang, alat-alat kesehatan, kapur tulis, jasa konstruksi, dll.

5.      Pasar International
Pasar International meliputi beberapa negara di dunia. Dapat dikatakan bahwa pasar International merupakan kombinasi dari keempat jenis pasar yang telah dijelaskan di muka. Karena pihak yang menjual barang/jasa berada di negara yang berbeda, maka pembelian dilakukan oleh dua pembeli atau pasar (negara tertentu) harus melalui prosedur perdagangan international yang mencakup ekspor-impor.
A.    Peranan Pemerintah Dalam Mengaontrol Pasar
            Untuk lebih menjamin berjalannya mekanisme pasar secara sempurna peranan pemerintah sagat penting. Rasulullah Saw. sendiri telah menjalankan fungsi sebagai market supervisor atau al-hisbah, yang kemudian banyak dijadikan acuan untuk peran negara terhadap pasar. Al-hisbah banyak didirikan sepanjang bagian terbesar dunia islam, bahkan di beberapa negara institusi ini tetap bertahan hingga awal abad ke-20 M. Pada pemikiran ekonomi islam kontemporer, eksistensi al-hisbah sering kali dijadikan acuan pada fungsi negara terhadap perekonomian, khususnya dalam pasar. Namun al-hisbah dalam kebijakan praktis ternyata terdapat berbagai bentuk. Beberapa ekonom berpendapat bahwa al-hisbah akan di perankan oleh negara secara umum melalui berbagai istitusi. Jadi, al-hisbah melekat pada fungsi negara dalam pasar dan tidak perlu membentuk lembaga khusus. Al-hisbah merupakan suatu agen independen sehingga terlepas dari kepentingan kelompok tertentu atau pemerintah. Namun, dengan melihat fungsi al-hisbah yang luas dan strategis, fungsi al-hisbah akan melekat pada fungsi pemerintah secara keselurhan, dimana dalam teknis operasionalnya akan dijalankan oleh kementian, departemen, dinas, atau lembaga yang lain.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pasar dalam arti sempit adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk mengeadakan transaksi jual-beli barang dan jasa. Namun seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi yang menyebabkan transaksi dapat dilakukan tanpa mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung, maka muncul pengertian pasar dalam arti luas, yaitu proses interaksi penjual dan pembeli untuk mencapai harga pasar. Contoh pasar dalam arti yang sangat luas yaitu pasar saham, pasar uang, penjualan via internet dan surat kabar yang dilanjutkan dengan interaksi melalui telepon. Pada pasar, ada perusahaan yang menjadi pemain tunggal dan ada pula yang terdiri dari beberapa perudahaan produksi barang dan jasa. Ketika perusahaan bermain di dalam pasar, kemungkinan untuk memepengaruhi dan membentuk harga pasar dapat dilakukan oleh perusahaan yang menguasai (memonopoli). Hal tersebut terkait dengan keanekaragaman jenis barang, kebebasan perusahaan keluar masuk pasar, dan jumlah perusahaan  yang menjual produknya di pasar.
 Ada tiga asumsi dasar yang mempengaruhi perilaku pasar yakni Market discount everything, Prices move in a trend, dan History repeats itself. Sehingga dari asumsi dasar inilah timbul perilaku pasar yakni membeli, menjual, dan mengamati. Dan hasil dari aktifitas tersebut memunculkan kenaikan atau penurunan harga. Jika pihak pembeli lebih kuat dibanding penjual, maka harga tentunya akan mengalami kenaikan, dan begitu juga sebaliknya. Semakin banyak pihak yang meminta, maka harga akan semakin tinggi, dan jika semakin banyak pihak yang menawarkan maka semakin rendah pula harga. Hal ini terjadi karena pasar adalah tempat perdagangan maka hukum supply & demand tetap berlaku.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar